Barito Selatan

Manggala Agni dan BPBD Barsel Perkuat Sinergi Tangani Karhutla

Sampurna News
23
×

Manggala Agni dan BPBD Barsel Perkuat Sinergi Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 134604 scaled
Oplus_0

Foto: Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Daops Kalimantan IV/Muara Teweh saat diterima Kepala BPBD Barsel Agus In’ Yulius (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Daops Kalimantan IV/Muara Teweh, Abdur Rochim, S.Hut, bersama jajarannya melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kamis (10/9/2026).

Kedatangan jajaran Manggala Agni tersebut diterima langsung Kepala BPBD Barsel Agus In’ Yulius di Buntok. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah.

Abdur Rochim mengatakan, berdasarkan pengalaman penanganan di lapangan, sebagian besar kejadian Karhutla dipicu oleh aktivitas manusia. Bahkan, menurutnya, hampir 99 persen kebakaran yang terjadi disebabkan ulah manusia yang kurang bijak dalam menggunakan atau mengelola api.

“Karhutla ini hampir 99 persen akibat ulah manusia. Artinya, bagaimana kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan api, terutama di tengah kondisi kemarau seperti sekarang,” ujarnya.

Selain persoalan penyebab kebakaran, Abdur Rochim juga menyoroti kejadian Karhutla yang berulang di lokasi yang sama.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Pasalnya, tidak jarang api yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan kembali muncul di lokasi yang sama dalam waktu tidak terlalu lama.

“Yang perlu menjadi perhatian, lokasi Karhutla itu sering terjadi berulang di tempat yang sama. Setelah dipadamkan tim, tidak lama kemudian muncul lagi kebakaran di lokasi tersebut,” katanya.

Ia menilai kejadian berulang tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan pemadaman. Penanganan harus dibarengi dengan evaluasi terhadap penyebab munculnya kembali api, termasuk pengawasan dan pemantauan di lokasi yang sebelumnya terbakar.

“Kalau terlalu sering terjadi berulang, tentu harus menjadi evaluasi. Jangan sampai kita hanya datang memadamkan, setelah itu muncul lagi. Ini yang harus kita cari penyebabnya agar ke depan tidak terulang kembali,” tegasnya.

Dalam koordinasi tersebut, Manggala Agni dan BPBD Barsel juga membahas kesiapsiagaan personel, pemantauan kawasan rawan Karhutla serta dukungan operasional dalam penanganan kebakaran di lapangan.

Sementara itu, Kepala BPBD Barsel Agus In’ Yulius menyambut baik koordinasi yang dilakukan Manggala Agni. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi antar lembaga menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Sinergi dan koordinasi seperti ini sangat diperlukan, sehingga setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih luas,” ujarnya.

Ia berharap koordinasi antara BPBD dan Manggala Agni dapat semakin memperkuat upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di wilayah Barsel.

“Kondisi cuaca yang masih kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat,” tutupnya.(IB1).