DPRD Barsel

Asap Karhutla Makin Pekat, Lisawanto Imbau Warga Barsel Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sampurna News
9
×

Asap Karhutla Makin Pekat, Lisawanto Imbau Warga Barsel Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sebarkan artikel ini
IMG 20261009 161019
Oplus_131072

Foto : Kondisi kabut asap di Kota Buntok akibat karhutla sangat mengganggu pandangan dan sudah tidak sehat lagi Jum’at (9/10/2026).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), DR. H. Lisawanto, SE., MAP., mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah tersebut.

Ia meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang sangat penting. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang semakin pekat.

“Asap membawa partikel abu yang sangat halus. Jika terhirup melalui saluran pernapasan hingga masuk ke paru-paru, dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit pada saluran pernapasan,” kata H. Lisawanto kepada awak media, Jumat (9/10/2026).
Screenshot 2026 10 09 17 04 44 39 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7
Politisi Partai Gerindra Barsel itu menegaskan, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap karhutla.

Menurutnya, kondisi udara yang tercemar asap tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain menjaga pernapasan, Lisawanto juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya menggunakan sepeda motor. Paparan asap tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan mata terasa perih dan mengurangi kenyamanan saat berkendara.

“Bahkan saat berkendara sepeda motor di dalam kota, mata sudah terasa perih akibat asap. Kabut asap ini menyelimuti wilayah perkotaan hingga desa-desa dan permukiman penduduk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, partikel halus yang terkandung dalam asap hasil pembakaran dapat terhirup oleh manusia. Karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan.

Lisawanto juga mengingatkan bahwa kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu perlu lebih waspada terhadap paparan asap.

“Kalau terhirup, asap bisa memicu gangguan saluran pernapasan, seperti batuk dan pilek. Bagi orang yang sudah berusia di atas 50 tahun seperti saya, kondisi ini juga perlu diwaspadai karena dapat memperburuk gangguan kesehatan yang sudah ada,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Barsel dapat meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi. Warga diimbau membatasi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker saat harus bepergian, serta menjaga kesehatan hingga kondisi udara kembali membaik.

“Kita berharap upaya penanganan karhutla terus diintensifkan agar kebakaran segera terkendali dan masyarakat dapat kembali menghirup udara yang lebih bersih dan sehat,” tutupnya. (IB1).