Blog

Julius M. Sinaga Wakili Indonesia di Forum Media Asia, AI Jadi Sorotan Utama Dunia Jurnalistik

Sampurna News
8
×

Julius M. Sinaga Wakili Indonesia di Forum Media Asia, AI Jadi Sorotan Utama Dunia Jurnalistik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260714 WA0085

Foto:Julius M. Sinaga

BUNTOK, SampurnaNews.com – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Tengah, Julius M. Sinaga, dipercaya mewakili Indonesia dalam forum internasional South and Southeast Asian Media Network (SSAMN) Annual Meeting 2026 yang digelar oleh All China Journalists Association (ACJA) di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok.

Forum tersebut mempertemukan delegasi dari 14 negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk membahas perkembangan industri media, transformasi digital, hingga tantangan yang dihadapi jurnalisme di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Julius M. Sinaga hadir atas undangan resmi ACJA sebagai bagian dari delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), organisasi konstituen Dewan Pers, sekaligus mewakili kapasitasnya sebagai Ketua Pengda JMSI Kalimantan Tengah.

“Hari ini hari pertama konferensi. Kalau tidak dipadatkan, acaranya bisa sampai besok,” ujar Julius melalui pesan WhatsApp dari Kunming, Selasa (14/7/2026).

Menurut Julius, salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah perubahan lanskap media global yang dipengaruhi pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia menjelaskan, para delegasi menyoroti semakin besarnya pengaruh konten kreator dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Fenomena ini dinilai menjadi tantangan bagi media arus utama karena sebagian publik mulai lebih mempercayai konten yang disajikan secara langsung oleh kreator digital.

Selain itu, perkembangan teknologi AI menjadi topik yang paling banyak mendapat perhatian. Seluruh peserta sepakat bahwa AI membawa peluang besar dalam meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik, namun tetap menyisakan tantangan serius, terutama terkait akurasi, etika, dan proses verifikasi informasi.

“AI memang mempermudah pekerjaan jurnalistik, tetapi kelemahannya terletak pada proses verifikasi. Pada akhirnya, kualitas, kecepatan, ketepatan, dan informasi yang dapat diverifikasi akan menjadi penentu kemenangan dalam persaingan media,” tegas Julius.

Ia menambahkan, diskusi dalam forum tersebut menunjukkan bahwa di tengah kemajuan teknologi, peran jurnalis profesional tetap sangat dibutuhkan sebagai penjaga kredibilitas informasi.

Delegasi Indonesia dalam SSAMN Annual Meeting 2026 dipimpin Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa. Turut bergabung pendiri JMSI Mursid Yusmar, Ketua Pengda JMSI Lampung Ahmad Novriwan, Pengurus Pusat Bidang Luar Negeri JMSI Yopiandi Kurniawan, Farida Farhah dari Farah.id, serta Julius M. Sinaga yang mewakili JMSI Kalimantan Tengah.(IB1).