Pemkab Barsel

2.037 Hotspot Terdeteksi di Barsel, Pemkab Kerahkan 200 Personel Tangani Karhutla

Sampurna News
525
×

2.037 Hotspot Terdeteksi di Barsel, Pemkab Kerahkan 200 Personel Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini
IMG 20260903 163507
Oplus_131072

Foto: Bupati Barsel DR.Edy Raya Samsuri.ST.MT bersama beberapa pejabat Barsel lainnya saat foto bersa usai mengikuti rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya (ist

Palangka Raya, SampurnaNews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mengerahkan 200 personel gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan di wilayah setempat.

Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri mengatakan, tim gabungan tersebut bekerja secara terpadu dan lintas sektor dengan mengutamakan kecepatan respons, efektivitas pemadaman serta keselamatan masyarakat dan petugas.

Hal itu disampaikannya dalam rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Eddy, salah satu strategi utama yang dilakukan Pemkab Barsel adalah memantau titik panas (hotspot) secara berkelanjutan. Data hotspot dari BMKG dipantau dan ditindaklanjuti setiap hari sebagai sistem peringatan dini.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polsek, Koramil, kepala desa/lurah dan unsur terkait untuk segera melakukan verifikasi lapangan, patroli hingga penanganan awal.

“Dengan mekanisme tersebut, setiap indikasi titik api diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Eddy.

Ia mengungkapkan, sepanjang 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, tercatat 2.037 hotspot di Kabupaten Barito Selatan yang tersebar di enam kecamatan.

“Puncak hotspot terjadi pada Agustus dengan 1.938 titik atau 95,14 persen dari total hotspot. Kecamatan dengan hotspot terbanyak adalah Dusun Hilir, yakni 877 titik atau 43,03 persen,” jelasnya.

Eddy menegaskan, sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam mempercepat respons dan meningkatkan efektivitas penanganan Karhutla.

Pemkab Barsel juga terus memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, pemadaman, pendinginan, patroli, pemantauan hotspot hingga perlindungan masyarakat terdampak.

“Seluruh unsur bekerja sama dalam satu komando untuk respons yang cepat dan terarah. Diharapkan penanganan Karhutla di Barsel terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Kalimantan Tengah Bebas Asap Tahun 2026,” pungkasnya. (IB1)