Pemkab Barsel

Barsel Minta Dukungan Water Bombing, Karhutla di Lokasi Sulit Dijangkau Jadi Perhatian

Sampurna News
47
×

Barsel Minta Dukungan Water Bombing, Karhutla di Lokasi Sulit Dijangkau Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260902 230324
Oplus_131072

Foto; Kepala BPBD Barsel, Agus In’yulius

Buntok, SampurnaNews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) secara resmi meminta dukungan operasi water bombing kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mempercepat pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi Pemkab Barsel tertanggal 31 Agustus 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barsel, Agus In’yulius, mengatakan dukungan water bombing sangat dibutuhkan mengingat kondisi di lapangan yang semakin menantang.

“Pemkab Barsel secara resmi telah bersurat mengajukan adanya operasi water bombing untuk pengendalian dan pemadaman Karhutla kepada pemerintah provinsi,” ujar Agus di Buntok, Selasa (2/9/2026).

Menurutnya, sejumlah titik Karhutla berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Medan yang berat dan terbatasnya akses membuat personel serta kendaraan pemadam mengalami kendala dalam melakukan penanganan secara maksimal.

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca panas dan kekeringan yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Karena itu, penggunaan pesawat untuk melakukan pemadaman dari udara dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjangkau wilayah yang tidak memungkinkan ditangani secara optimal dari darat.

“Kami mengharapkan pemerintah provinsi bisa memberikan dukungan sarana dan pelaksanaan operasi water bombing, termasuk dukungan pesawat udara beserta personel atau awak dan unsur pendukung lainnya sesuai dengan kebutuhan serta hasil asesmen teknis di lapangan,” jelasnya.

Agus mengatakan, dukungan operasi water bombing diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman, mencegah api meluas ke kawasan lainnya, sekaligus mengurangi dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.

Selain itu, bantuan tersebut juga dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan para personel yang selama ini berada di garis depan dalam melakukan penanganan Karhutla di lapangan.

Sebagai bahan pertimbangan, BPBD Barsel telah melengkapi pengajuan tersebut dengan berbagai data pendukung. Di antaranya laporan kejadian Karhutla, dokumentasi kondisi di lapangan, serta peta dan lokasi prioritas yang dinilai membutuhkan penanganan melalui operasi water bombing.

“Data dan dokumentasi kondisi lapangan sudah kami sampaikan, termasuk peta atau lokasi prioritas yang membutuhkan dukungan operasi water bombing,” katanya.

Tidak hanya Pemkab Barsel, permintaan dukungan pemadaman dari udara juga telah diajukan oleh Polres Barito Selatan.

Menurut Agus, pihak kepolisian juga telah menyampaikan surat resmi kepada Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng.

“Pihak Polres pun telah bersurat secara resmi kepada BPB-PK Provinsi Kalteng agar bisa dilakukan operasi water bombing, khususnya di wilayah Kecamatan Jenamas, Dusun Hilir dan Dusun Selatan,” ungkapnya.

Agus menegaskan, kebutuhan operasi water bombing sebenarnya bukan baru kali ini disampaikan. Pihaknya telah beberapa kali menyampaikan permintaan tersebut melalui BPB-PK Provinsi Kalteng.

Namun, hingga kini dukungan yang diharapkan belum terealisasi. Kondisi tersebut membuat Pemkab Barsel kembali menempuh langkah resmi melalui surat agar permintaan tersebut mendapat perhatian dan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami sebenarnya sudah beberapa kali meminta water bombing ini, tapi hanya dijanjikan iya, nanti diprioritaskan. Namun hingga saat ini ternyata belum ada yang terealisasi,” tegasnya.

Dengan kondisi Karhutla yang masih menjadi ancaman, Agus berharap pengajuan resmi tersebut tidak kembali sebatas janji, tetapi benar-benar mendapat tindak lanjut berupa pengerahan dukungan pemadaman dari udara.

“Sehingga dengan sekarang kita bersurat resmi ini, kita harapkan betul-betul bisa terealisasi,” pungkas Agus.(IB1).