Pemkab Barsel

Pemkab Barsel Siapkan Hampir Rp4 Miliar Tangani Karhutla dan Kekeringan

Sampurna News
55
×

Pemkab Barsel Siapkan Hampir Rp4 Miliar Tangani Karhutla dan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 04 20 47 24 70 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Foto : Bupati Barsel Eddy Raya Samsuri saat mengikuti rapat evaluasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).

Palangkaraya, SampurnaNews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) menyiapkan anggaran hampir Rp4 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau 2026.

Anggaran tersebut dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2026 dan APBD Perubahan 2026. Dana itu disiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan, memenuhi kebutuhan operasional tim, hingga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri mengatakan, berdasarkan rincian alokasi anggaran, dukungan penanganan karhutla dan kekeringan berasal dari BTT sebesar Rp1.468.530.650 dan APBD Perubahan sebesar Rp2.490.187.500.

“Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun APBD Perubahan 2026 untuk mendukung penanganan karhutla serta mengantisipasi dampak kekeringan,” ujar Eddy Raya, pada rapat evaluasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terutama dalam menghadapi potensi meluasnya kebakaran dan dampak kekeringan terhadap masyarakat.

“Dana tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat berlangsung, termasuk untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di musim kemarau ini,” imbuhnya.

Dari sumber BTT 2026 sebesar Rp1,468 miliar, anggaran dialokasikan kepada sejumlah pihak. Kecamatan se-Barito Selatan mendapat Rp180 juta atau masing-masing Rp30 juta per kecamatan.

Selanjutnya, Polres Barsel memperoleh Rp413.150.000 yang terdiri dari Rp138.750.000 untuk anggaran penanganan dan Rp274.400.000 untuk kebutuhan sarana.

BPBD Barsel mendapat Rp413.350.600, masing-masing Rp139.199.350 untuk penanganan status siaga darurat karhutla dan Rp274.151.250 untuk penanganan status tanggap darurat karhutla.

Sementara itu, Dinas Kesehatan memperoleh Rp355.030.000 dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sebesar Rp107 juta.

Adapun melalui APBD Perubahan 2026, dukungan anggaran diarahkan untuk penanganan dampak sosial, ketahanan pangan serta lingkungan.

Dinas Sosial mendapat alokasi Rp2.285.184.500 yang digunakan untuk perlindungan dan jaminan sosial berupa paket sembako sebesar Rp219.971.500, perlindungan sosial korban bencana alam dan sosial berupa paket sembako Rp65.213.000, serta perlindungan sosial bagi korban bencana alam dan sosial pada Desil 1-4 sebesar Rp2 miliar.

Kemudian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mendapat Rp175.500.000, terdiri dari Rp45.500.000 untuk distribusi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dan Rp130 juta untuk distribusi paket sembako bagi keluarga rawan pangan.

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup mendapat dukungan anggaran sebesar Rp29.503.000.

Eddy menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup upaya mengantisipasi dampak lanjutan yang ditimbulkan oleh musim kemarau.

Pemkab Barsel juga memberi perhatian terhadap potensi krisis air bersih, kebutuhan pangan masyarakat serta dampak kabut asap terhadap kesehatan warga.

Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh unsur terkait dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons apabila terjadi kebakaran maupun kondisi kekeringan yang mengancam masyarakat di wilayah Barito Selatan. (IB1).