Kotawaringin Timur

Tak Ingin Kembali Ditunda, MTQ ke-57 Kotim Tetap Digelar di Mentaya Hulu

Sampurna News
11
×

Tak Ingin Kembali Ditunda, MTQ ke-57 Kotim Tetap Digelar di Mentaya Hulu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260920 131841
Oplus_131072

Foto: Bupati Kotim Halikinnor foto bersama panitia MTQ di Rumah Jabatan Bupati (ist).

SAMPIT, SampurnaNews.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tetap digelar pada 6-7 Oktober 2026 di Kecamatan Mentaya Hulu.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kesiapan tuan rumah yang telah mencapai 95 persen serta kondisi wilayah Mentaya Hulu yang dinilai relatif aman dari kabut asap.

Sebelumnya, pelaksanaan MTQ yang dijadwalkan pada 5 September 2026 harus ditunda akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kotim.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pemerintah tidak ingin kembali menunda agenda tersebut karena belum dapat dipastikan kapan kondisi kabut asap akan benar-benar berakhir.

“Kalau kita menunggu asap tidak ada, kita tidak tahu apakah ini panjang atau mungkin segera berakhir,” kata Halikinnor usai pertemuan bersama panitia MTQ di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, kondisi Mentaya Hulu sebagai lokasi pelaksanaan berbeda dengan Sampit. Di wilayah tersebut tidak ditemukan kebakaran yang menimbulkan asap tebal sehingga dinilai masih memungkinkan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan MTQ.

“Di Mentaya Hulu itu tidak ada kebakaran seperti kita, tidak ada asap. Di sana memang aman, bersih, dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain kondisi wilayah yang relatif aman, kesiapan teknis juga menjadi pertimbangan. Sejumlah sarana dan kebutuhan MTQ telah dipersiapkan, bahkan sebagian telah melalui proses pengadaan.

Ketua Umum MTQ ke-57 Kotim sekaligus Camat Mentaya Hulu, HM Edison, mengatakan arena utama dan berbagai fasilitas pendukung telah tersedia.

“Insyaallah kami sudah siap, artinya sudah 95 persen. Tinggal pemantapan dan sebagainya. Arena sudah siap,” ungkapnya.

Edison menyebut penundaan kembali justru berpotensi menimbulkan persoalan baru. Sebab, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Kalau kita tunda lagi, kemarau ini bisa sampai Desember. Sementara dana yang ada sudah ditandatangani kontraknya dan sebagian besar melalui penyedia, lewat LPSE,” jelasnya.

Dari sisi karhutla, kondisi Mentaya Hulu disebut masih terkendali. Edison menyampaikan hotspot yang muncul umumnya hanya sekitar satu hingga dua titik dalam sehari, bahkan pada waktu tertentu tidak ditemukan titik panas.

Sementara kabut asap yang masuk ke wilayah Mentaya Hulu lebih banyak berasal dari kawasan lain dan kondisinya tidak setebal yang terjadi di Sampit.

Meski demikian, panitia masih melakukan sejumlah langkah antisipasi, khususnya menyangkut kebutuhan BBM dan air bersih selama kegiatan berlangsung.

Edison mengatakan pihaknya telah menyurati Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM selama pelaksanaan MTQ.

Langkah tersebut dilakukan karena mobilitas kafilah, panitia dan masyarakat diperkirakan meningkat selama empat hari penyelenggaraan.

Dengan kesiapan yang disebut telah mencapai 95 persen, panitia kini memfokuskan pekerjaan pada tahap pemantapan sebelum para kafilah dari seluruh kecamatan di Kotim tiba di Mentaya Hulu.(IB1)