Foto; Ketua DPRD Barsel Ir.HM Farid Yusran.MM saat memimpin rapat persiapan DPC PDIP Barsel untuk pekan Peduli Sampah Nasional. Sabtu (31/10/2026).
BUNTOK,SampurnaNews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menyatakan kesiapan untuk menyukseskan kegiatan Pekan Peduli Sampah Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9–14 November 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tersebut juga menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 14 November 2026.
Ketua DPC PDI Perjuangan Barsel, Ir. H.M. Farid Yusran, MM, mengatakan, sebagai bentuk kesiapan menyukseskan kegiatan tersebut, pihaknya telah menggelar rapat persiapan di Kantor DPC PDI Perjuangan Barsel, Jalan Asam Buntok, Sabtu (31/10/2026).
“Guna menyukseskan kegiatan tersebut, hari ini kita menggelar rapat persiapan bersama jajaran pengurus DPC,” kata Farid kepada awak media.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Barsel nantinya akan dipusatkan di beberapa lokasi dengan melibatkan ratusan peserta. Mereka terdiri dari anggota DPRD Barsel, pengurus DPC, pengurus PAC, kader partai serta unsur lainnya.
Menurut Farid, gerakan peduli sampah ini tidak sekadar bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik rumah tangga.
“Gerakan ini menyasar sampah organik rumah tangga yang nantinya diolah menjadi pupuk. Kita ingin mengajak masyarakat memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna,” jelasnya.
Masih dikatakan Farid yang juga Ketua DPRD Barsel itu, pengolahan sampah organik menjadi pupuk merupakan salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang dalam penggunaan jangka panjang perlu diperhatikan dampaknya terhadap kondisi dan kesuburan tanah.
Karena itu, melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa persoalan sampah harus ditangani mulai dari lingkungan rumah tangga.
Ia berharap, Pekan Peduli Sampah Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat luas.
“Harapan kita, kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, sehingga lingkungan tetap bersih, sehat dan produktif,” pungkasnya. (IB1).







