Foto: Anggota DPRD Barsel Hj.Tri Wahyuni .SE.
BUNTOK, SampurnaNews.com – Nasib masyarakat kecil yang menggantungkan hidup sebagai penambang tradisional di Sungai Barito, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, mendapat perhatian dari anggota DPRD Barsel.
Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan, sebagian warga terpaksa menambang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, penghasilan yang minim tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan, terutama mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan. Di satu sisi, masyarakat harus berjuang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Di sisi lain, mereka dibayangi ketakutan terhadap persoalan perizinan yang dapat menghambat aktivitas penambangan.
“Ironisnya, kebutuhan ekonomi yang mendesak membuat masyarakat tetap bertahan, meskipun hasil yang diperoleh tidak menentu dan risiko yang dihadapi cukup besar,” kata Anggota DPRD Barsel Hj.Tri Wahyuni .SE kepada awak media Kamis ( 15/10/2026).
Ia berharap, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, perlu ada solusi konkret agar masyarakat yang menggantungkan hidup dari Sungai Barito tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarga tanpa terus dibayangi ketidakpastian.
“Harus ada solusi dari pemerintah untuk masyarakat kita. Jangan sampai warga yang hanya berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup justru terus berada dalam kondisi serba sulit,” demikian harapan yang disampaikan terkait nasib para penambang tradisional.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan pendataan, berdialog langsung dengan masyarakat, serta mengkaji langkah-langkah yang memungkinkan aktivitas penambangan rakyat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan perizinan, keterbatasan lapangan pekerjaan dan tingginya biaya operasional juga perlu menjadi perhatian. Tanpa alternatif mata pencaharian yang memadai, masyarakat akan terus dihadapkan pada pilihan sulit antara memenuhi kebutuhan hidup dan menghadapi ketidakpastian dalam bekerja.
“Persoalan ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kecil,” ujar Tri Wahyuni.
Dengan adanya solusi yang jelas dan berpihak pada kepentingan masyarakat, ia berharap para penambang tradisional di Sungai Barito dapat memperoleh kepastian dalam mencari nafkah, sekaligus menjalankan aktivitasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. (IB1).







