Barito Selatan

Anak 13 Tahun Yang Sempat Hilang di Sekitar Iring Witu Buntok Ditemukan Meninggal

Sampurna News
106
×

Anak 13 Tahun Yang Sempat Hilang di Sekitar Iring Witu Buntok Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
IMG 20261001 230127
Oplus_131072

Foto: Korban saat dibawa menuju Ambulance usai ditemukan, disekitar Taman  Iring Witu Buntok (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Anak laki-laki berusia sekitar 13 tahun bernama
Muhammad Rahan Muzakki bin Ma’Mun Murad atau akrab disapa Rehan yang sempat dilaporkan hilang sejak Kamis (1/10/2026) sore, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Barito, kawasan Iring Witu, Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kamis malam sekitar pukul 21.13 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’ Yulius, mengatakan korban diduga tenggelam saat mandi di Sungai Barito. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya korban tidak jauh dari lokasi sandal dan sepeda miliknya yang sebelumnya ditemukan.

“Setelah mendapatkan petunjuk tersebut, tim terpadu bersama masyarakat dan keluarga korban melakukan pencarian. Akhirnya korban ditemukan di dalam air Sungai Barito dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” kata Agus kepada awak media, Kamis malam.

Ia menjelaskan, Rehan sebelumnya dilaporkan belum kembali ke rumah sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban diketahui pergi menggunakan sepeda bersama beberapa orang temannya.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah sepeda yang digunakan Rehan ditemukan di sekitar kawasan Iring Witu, Buntok. Namun, keberadaan korban saat itu belum diketahui.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian dengan menelusuri lokasi terakhir sepeda ditemukan serta meminta informasi dari teman-teman korban yang sebelumnya bersama Rehan.

Pencarian selanjutnya dikoordinasikan bersama aparat kepolisian, BPBD, masyarakat, keluarga korban, serta unsur terkait lainnya.

“Setelah cukup lama dilakukan pencarian, tim terpadu bersama masyarakat dan keluarga akhirnya berhasil menemukan korban sekitar pukul 21.13 WIB,” ujarnya.

Agus mengatakan, dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang sebelumnya dilakukan bersama keluarga dan unsur terkait dinyatakan berakhir. Selanjutnya, korban dievakuasi dari lokasi untuk proses penanganan lebih lanjut.

Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain atau mandi di kawasan perairan Sungai Barito.
Menurutnya, kawasan gosong di sekitar Iring Witu perlu menjadi perhatian karena sebelumnya juga pernah terjadi peristiwa anak tenggelam.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau mandi di gosong sekitar Iring Witu,” imbaunya.

Agus mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kondisi arus dan kedalaman sungai, meskipun saat musim kemarau seperti sekarang. Terlebih, anak-anak yang berada di kawasan perairan tanpa pengawasan orang dewasa sangat rentan terhadap kecelakaan.

“Setahu saya, meskipun perairan dangkal saat mandi di gosong, di beberapa tempat ada lubuk yang cukup dalam. Sehingga rawan bagi anak-anak yang tidak bisa berenang dan tanpa pengawasan orang tua,” tutupnya. (IB1)