Pemkab Barsel

Kabut Asap Pekat Selimuti Barsel, BPBD Sebut Asap Kiriman dari Daerah Tetangga

Sampurna News
5
×

Kabut Asap Pekat Selimuti Barsel, BPBD Sebut Asap Kiriman dari Daerah Tetangga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260831 185334 scaled
Oplus_0

Foto: BPBD Barsel, Agus In’yulius

Buntok, SampurnaNews.com — Kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut diduga kuat tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Barsel, tetapi juga dipengaruhi asap kiriman dari sejumlah kabupaten tetangga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus In’yulius, mengatakan penanganan karhutla di wilayah Barsel sejauh ini relatif terkendali. Namun, kondisi berbeda terjadi di sejumlah daerah sekitar Barsel yang masih menghadapi karhutla cukup tinggi.

Menurutnya, asap dari wilayah yang berbatasan dengan Barsel terbawa angin dan akhirnya menyelimuti wilayah setempat, meskipun titik api di sejumlah lokasi dalam wilayah Barsel telah berhasil dipadamkan.

“Sebenarnya kalau kami melihat, penanganan Karhutla di Barsel ini sendiri cukup terkendali. Meskipun hotspotnya cukup banyak. Cuma masalahnya, ada daerah-daerah yang berbatasan ini yang justru tingkat karhutlanya juga tinggi dan belum bisa dikendalikan maksimal,” ujar Agus di Buntok, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah yang mengalami peningkatan karhutla antara lain Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Pulang Pisau, Seruyan dan Sukamara.

“Sehingga meskipun di tempat kita apinya sudah padam, tapi di sebelah masih menyala, maka asapnya ke kita juga kan akhirnya,” katanya.

Api di Wilayah Perbatasan Jadi Kendala
Agus mencontohkan kondisi di wilayah perbatasan Barsel dengan Kabupaten Kapuas. Tim pemadam dari Barsel telah melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di wilayah administrasi Barsel.
Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai karena kebakaran masih terjadi di sisi wilayah Kabupaten Kapuas.

Keterbatasan kewenangan berdasarkan wilayah administrasi menjadi salah satu kendala bagi personel Barsel untuk melakukan penanganan langsung ke lokasi kebakaran yang berada di wilayah kabupaten tetangga.

Di sisi lain, asap dari kawasan yang masih terbakar tersebut terus bergerak dan berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Barsel.

2.037 Hotspot Terdeteksi hingga Agustus
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Barsel per 30 Agustus 2026, jumlah hotspot yang terdeteksi di Kabupaten Barito Selatan sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 2.037 titik.

Agustus menjadi bulan dengan lonjakan hotspot paling tinggi. Dari total tersebut, sebanyak 1.938 titik hotspot tercatat terjadi sepanjang Agustus 2026.
Tidak hanya jumlah titik panas yang meningkat, luas lahan yang terbakar juga mengalami lonjakan signifikan.

Sejak Januari hingga Agustus 2026, total luas lahan yang terbakar di Barsel mencapai 514,86 hektare. Dari angka tersebut, 452,41 hektare di antaranya terjadi selama Agustus 2026.

Dusun Selatan Paling Terdampak
Berdasarkan pemetaan BPBD Barsel, Kecamatan Dusun Selatan menjadi wilayah dengan kejadian dan luas lahan terbakar terbesar.

Tercatat sebanyak 63 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 245,08 hektare. Kemudian Kecamatan Dusun Hilir berada di urutan berikutnya dengan 9 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 147,92 hektare.

Selanjutnya, Kecamatan Karau Kuala tercatat mengalami 18 kejadian dengan luas lahan terbakar 50,86 hektare.
Kecamatan Dusun Utara mencatat 7 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 36 hektare. Kecamatan Jenamas sebanyak 14 kejadian dengan luas lahan terbakar 27,50 hektare.

Sementara Kecamatan Gunung Bintang Awai tercatat mengalami 2 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 7,50 hektare.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Barsel masih membutuhkan kewaspadaan tinggi, terlebih asap kiriman dari wilayah sekitar berpotensi memperburuk kualitas udara meskipun kebakaran di wilayah sendiri telah berhasil dikendalikan.(IB1)