Blog

Cegah Karhutla Meluas, DPMD Barsel Minta Desa Aktif Pantau Wilayah

Sampurna News
16
×

Cegah Karhutla Meluas, DPMD Barsel Minta Desa Aktif Pantau Wilayah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260819 WA0028

Foto:Kepala DPMD Barsel, Ahmad Akmal Husaen

Buntok, SampurnaNews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Barsel meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing.

Kepala DPMD Barsel, Ahmad Akmal Husaen, mengatakan pemerintah desa memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan karhutla karena berada paling dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, potensi kebakaran harus diantisipasi sejak munculnya tanda-tanda awal. Jangan sampai api kecil yang seharusnya bisa segera dipadamkan justru berkembang menjadi kebakaran besar dan menimbulkan kabut asap.

“Peran aktif aparat di tingkat desa menjadi salah satu benteng pertahanan terdepan dalam meredam risiko bencana sebelum meluas. Selain itu, juga membangun komunikasi persuasif dengan warga agar kesadaran menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Akmal di Buntok, Rabu (19/8/2026).

Ia menilai aparatur desa memiliki keunggulan karena memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat di wilayahnya. Dengan pemantauan secara rutin, keberadaan titik api maupun aktivitas warga yang berpotensi memicu kebakaran dapat diketahui lebih cepat.

“Perangkat desa adalah pihak yang paling memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat di wilayahnya. Karena itu, peran aktif aparat desa dalam melakukan pengawasan langsung dan edukasi berkelanjutan sangat krusial agar tidak ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.

DPMD juga mendorong kepala desa bersama perangkatnya memperkuat koordinasi dengan masyarakat, relawan dan instansi terkait. Patroli di kawasan yang dianggap rawan perlu dilakukan secara berkala, terutama ketika kondisi cuaca semakin panas dan kering.

Apabila ditemukan adanya titik api, informasi tersebut diharapkan segera dilaporkan kepada pihak terkait sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Akmal menegaskan, pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menghadapi karhutla. Penanganan yang terlambat tidak hanya membutuhkan tenaga dan biaya besar, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi serta kualitas lingkungan.

“Kita semua tahu bahwa penanganan karhutla selalu menyita energi dan biaya luar biasa besar jika penanggulangannya baru dilakukan saat asap tebal sudah membumbung tinggi. Oleh karena itu, pendekatan preventif dari struktur pemerintahan desa menjadi salah satu pendukung utama dalam menjaga ekologis daerah tetap aman dari ancaman kebakaran sepanjang musim kemarau ini,” pungkasnya. (IB1)