DPRD Barsel

DPRD Barsel Soroti Efektivitas Bantuan Ternak dan Pakan Ikan

Sampurna News
15
×

DPRD Barsel Soroti Efektivitas Bantuan Ternak dan Pakan Ikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260910 164501
Oplus_0

Foto: Anggota DPRD Barsel, H. Raden Sudarto. SH

BUNTOK, SampurnaNews.com – Program bantuan bibit ternak dan pakan ikan yang rutin disalurkan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) kepada masyarakat diminta tidak berhenti pada kegiatan pembagian bantuan semata.

Anggota DPRD Barsel, H. Raden Sudarto.SH, mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberhasilan program tersebut, termasuk memastikan bantuan benar-benar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat penerima.

Menurut politisi yang akrab disapa H. Alex ini, pemerintah perlu mengetahui secara jelas perkembangan bantuan setelah diterima masyarakat. Evaluasi harus melihat apakah bibit ternak maupun bantuan pakan ikan benar-benar dikembangkan atau justru dijual kembali oleh penerima.

“Kita harus melihat hasil akhirnya. Apakah bantuan tersebut benar-benar berkembang dan menjadi sumber pendapatan masyarakat atau hanya diterima kemudian dijual,” ujar Raden Sudarto, Rabu (10/9/2026).

Ia menyebut sejumlah bantuan yang diberikan, seperti bibit itik, ayam buras, babi, kambing hingga pakan ikan, semestinya menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha secara berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan pendataan dan monitoring terhadap penerima bantuan. Jangan sampai penerima setiap tahun kembali mendapatkan bantuan, tetapi tidak terlihat adanya perkembangan usaha maupun peningkatan kesejahteraan.

“Kalau bantuan hanya habis dijual, kemudian tahun berikutnya minta bantuan lagi, berarti tujuan awal sebagai stimulan ekonomi tidak tercapai. Ini yang harus dievaluasi,” tegasnya.

Selain hasil pemanfaatan, Raden Sudarto juga meminta evaluasi dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan hingga penyaluran. Menurutnya, keberhasilan sebuah program bantuan tidak bisa hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari ketepatan sasaran dan dampak yang dihasilkan.

Ia menilai, penerima bantuan juga perlu diberikan pendampingan agar mampu mengembangkan usaha, bukan hanya menerima bibit atau pakan tanpa dukungan lanjutan.

“Harus ada keberlanjutan. Bantuan jangan hanya diberikan, tetapi setelah itu tidak diketahui lagi perkembangannya,” katanya.

Raden Sudarto menambahkan, apabila berdasarkan hasil evaluasi program tersebut dinilai kurang efektif dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat, pemerintah dapat mempertimbangkan penggunaan anggarannya untuk program lain yang lebih produktif.

“Anggaran daerah harus digunakan seefektif mungkin. Kalau memang programnya tidak memberikan hasil, lebih baik dievaluasi dan anggarannya diarahkan ke sektor yang manfaatnya lebih besar, seperti pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (IB1)