Barito Selatan

Karhutla Masih Membara, Kabut Asap Buntok Makin Tebal

Sampurna News
7
×

Karhutla Masih Membara, Kabut Asap Buntok Makin Tebal

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 10 07 21 09 59 67 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Foto ; Tim terlihat kewalahan saat memadamkan karhutla yang terjadi didesa Madara Rabu (7/10/2026). (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menyebabkan tim pemadam kebakaran harus bekerja keras untuk mengendalikan api yang terus membesar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’ Yulius, ST., MT., mengatakan, hingga Rabu (7/10/2026), masih terdapat sejumlah titik kebakaran yang cukup parah, di antaranya di kawasan Jalan C. Sumbi dan Madara.

“Beberapa tempat masih mengalami kebakaran. Di Jalan C. Sumbi dan Madara hari ini apinya membara luar biasa. Tim pemadaman sampai kewalahan,” kata Agus.

Menurutnya, dampak kebakaran mulai dirasakan masyarakat. Kabut asap di wilayah Kota Buntok dan sekitarnya semakin tebal akibat asap dari sejumlah lokasi yang terbakar.

Agus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada kondisi cuaca yang masih rawan kebakaran.

Ia mencontohkan kondisi di kawasan Madara, di mana api yang awalnya diduga berasal dari pembakaran lahan kemudian membesar dan sulit dikendalikan.

“Jangan membakar. Contohnya di Madara, api membesar dan tidak terkendali. Akibatnya merugikan semua pihak, mulai dari kebun, hutan, lahan, bahkan satwa yang ada di dalamnya ikut menjadi korban,” tegasnya.

Agus menambahkan, ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan dampak luas, termasuk membahayakan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

Sementara itu, Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya turut mengerahkan personel untuk membantu upaya pemadaman di sekitar Desa Madara.

“Untuk membantu pemadaman di sekitar Desa Madara, ada 115 personel Polres yang kita libatkan,” ujar Eko.

Pengerahan personel tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepolisian bersama unsur terkait dalam menangani Karhutla yang masih terjadi di wilayah Barsel.

Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan, terlebih dalam kondisi lahan yang kering.

“Selain mengingat masyarakat untuk tidak membakar, kita juga memastikan akan menindak tegas pelaku pembakaran,” tutupnya. (IB1).