Foto: Zulsadiah, M.Pd.
BUNTOK, SampurnaNews.com – Pembelajaran matematika tidak selalu mudah bagi murid. Konsep yang bersifat abstrak kerap membuat mereka harus menghafal aturan tanpa benar-benar memahami alasan di balik sebuah jawaban.
Berangkat dari kondisi tersebut, Zulsadiah, M.Pd. mengembangkan Kado Matematika Ceria, sebuah media pembelajaran interaktif (MPI) berbasis HTML yang dirancang untuk membantu murid memahami konsep perkalian bilangan bulat secara lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan.
Media ini dapat digunakan melalui perangkat komputer atau laptop, HP, Layar PID sehingga pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan kondisi belajar murid.
Di dalam Kado Matematika Ceria tersedia berbagai fitur yang dirancang secara terintegrasi, mulai dari identitas peserta didik, pretest, materi pembelajaran, simulasi kartu positif dan negatif, latihan interaktif, posttest, jejak belajar, hingga rekap nilai untuk guru.
“Dengan berbagai fitur tersebut, Kado Matematika Ceria tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga mendukung proses asesmen secara menyeluruh, baik sebelum maupun setelah pembelajaran,” ujar Zulsadiah kepada awak media, Seni (24/8/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan Kado Matematika Ceria merupakan bentuk refleksi terhadap kebutuhan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan menarik bagi murid.
Gagasan tersebut tidak lahir secara instan. Media ini dikembangkan melalui proses refleksi, penyempurnaan, dan uji coba secara bertahap untuk menjawab kebutuhan pembelajaran dalam situasi nyata.
Kebutuhan akan media pembelajaran yang fleksibel semakin terasa ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap proses pembelajaran di Kabupaten Barito Selatan. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar tidak selalu dapat dilaksanakan secara langsung di dalam kelas.
Murid harus mengikuti pembelajaran dari rumah dengan kondisi dan situasi yang berbeda-beda.
“Dalam situasi tersebut, saya berpikir bagaimana murid tetap mendapatkan pengalaman belajar matematika yang terarah, bermakna, dan menyenangkan, meskipun tidak berada di ruang kelas bersama guru,” tuturnya.
Menurutnya, teknologi dalam pembelajaran tidak semestinya hanya digunakan sebagai tempat menyampaikan materi atau mengerjakan soal.
Lebih dari itu, teknologi dapat menjadi sarana yang membantu murid terlibat dalam proses belajar, memahami konsep, mencoba, berlatih, mendapatkan umpan balik, sekaligus merefleksikan hasil belajarnya.
“Teknologi ini tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan materi atau mengerjakan soal. Lebih dari itu, teknologi diharapkan dapat menjadi sarana yang membantu murid terlibat dalam proses belajar, memahami konsep, mencoba, berlatih, mendapatkan umpan balik, serta merefleksikan hasil belajarnya,” jelasnya.
Salah satu tantangan dalam pembelajaran matematika adalah membantu murid memahami konsep yang bersifat abstrak.
Karena itu, Kado Matematika Ceria menggunakan visualisasi kartu positif dan negatif untuk membantu murid melihat serta memahami konsep perkalian bilangan bulat secara lebih konkret.
Melalui simulasi tersebut, murid tidak hanya diarahkan untuk menghafal aturan tanda positif dan negatif, tetapi juga diajak memahami bagaimana konsep tersebut terbentuk.
“Melalui simulasi tersebut, murid tidak hanya menghafal aturan tanda positif dan negatif, tetapi diajak untuk memahami bagaimana konsep tersebut terbentuk.
Murid kemudian dapat menguji pemahamannya melalui latihan interaktif dan evaluasi yang tersedia di dalam media,” jelasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran matematika tidak berhenti pada kemampuan menemukan jawaban yang benar.
Lebih jauh, murid didorong untuk memahami proses dan alasan di balik jawaban yang diperoleh.
Kado Matematika Ceria dikembangkan dengan mengacu pada tiga prinsip pembelajaran mendalam, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Pembelajaran berkesadaran mendorong murid untuk menyadari apa yang sedang dipelajari, memahami proses belajarnya, serta mengetahui perkembangan dirinya.
Pembelajaran bermakna memberikan kesempatan kepada murid untuk membangun pemahaman, bukan sekadar menghafalkan konsep.
Sementara itu, pembelajaran yang menggembirakan berupaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sehingga murid merasa nyaman, aktif, dan termotivasi untuk belajar.
“Melalui Kado Matematika Ceria, saya berharap teknologi dapat hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai jembatan yang memperkuat pengalaman belajar murid,” katanya.
Terutama ketika pembelajaran harus berlangsung dari rumah akibat kondisi karhutla, media tersebut diharapkan dapat membantu menjaga agar proses belajar tetap berjalan.
Sebab, keterbatasan keadaan tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan kesempatan mendapatkan pengalaman belajar yang baik.
“Kado Matematika Ceria adalah sebuah upaya sederhana untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih dekat, interaktif, bermakna, dan menggembirakan bagi murid,” pungkasnya. (IB1)







