Foto: Speedboat yang menjadi salah satu moda transportasi warga Kecamatan Dusun Hilir (ist).
BUNTOK, SampurnaNews.com – Pemanfaatan teknologi digital mulai menyentuh sektor transportasi air di Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Kehadiran Sistem Pemesanan Tiket Speedboat Digital (SPEEDTIX) menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi perjalanan sekaligus memesan tiket speedboat.
Inovasi berbasis website tersebut dirancang untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi calon penumpang, terutama dalam memperoleh kepastian jadwal dan ketersediaan tiket sebelum menuju pelabuhan.
Inovator SPEEDTIX, Pedroni Gilbran, mengatakan sistem tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan layanan transportasi air yang lebih praktis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Melalui SPEEDTIX, masyarakat nantinya dapat mengetahui jadwal keberangkatan dan melakukan pemesanan tiket secara digital tanpa harus datang terlebih dahulu ke loket,” kata Pedroni kepada awak media, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, selama ini pemesanan tiket masih banyak dilakukan secara manual. Calon penumpang harus mendatangi loket di Pelabuhan Pasar Lama, Kota Buntok, untuk mendapatkan informasi keberangkatan maupun membeli tiket.
Kondisi tersebut dinilai kurang efisien, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian perjalanan sebelum berangkat ke pelabuhan.
SPEEDTIX kemudian dikembangkan dengan sejumlah fitur utama, di antaranya registrasi akun, informasi jadwal perjalanan, pemesanan tiket secara daring, riwayat transaksi hingga dashboard administrasi.
Tidak hanya memberikan kemudahan bagi penumpang, sistem tersebut juga dirancang membantu pengelola transportasi dalam mengelola data penumpang, armada, jadwal serta laporan operasional secara lebih terstruktur.
Menariknya, SPEEDTIX tidak lahir semata-mata sebagai proyek digitalisasi, tetapi dikembangkan melalui proses riset akademik. Saat ini sistem masih berada dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan nyata transportasi air di Barsel.
Sejumlah fitur telah dikembangkan dan diuji, sementara fitur lainnya masih terus disesuaikan dengan kondisi operasional di lapangan.
Pedroni menilai proses tersebut penting agar SPEEDTIX tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pengelola transportasi.
“Pengembangan sistem harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan kondisi pelayanan di lapangan.
Karena tujuan akhirnya bukan sekadar membuat aplikasi atau website, tetapi menghadirkan layanan yang benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Selain mempermudah pemesanan, SPEEDTIX juga berpotensi meningkatkan transparansi pelayanan. Informasi jadwal, transaksi dan data penumpang dapat dikelola melalui satu sistem sehingga pelayanan diharapkan menjadi lebih efektif, tertata dan terukur.
Dalam jangka panjang, data yang terkumpul juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan. Misalnya untuk melihat jumlah penumpang, kebutuhan armada, pola perjalanan hingga evaluasi jadwal keberangkatan.
Namun, pengembangan SPEEDTIX membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kolaborasi pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, akademisi, pengelola transportasi dan masyarakat dinilai penting agar inovasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Jika diterapkan secara optimal, SPEEDTIX berpeluang menjadi salah satu contoh pemanfaatan hasil riset dalam memperbaiki pelayanan publik, khususnya sektor transportasi air.
Digitalisasi melalui SPEEDTIX pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghadirkan kemudahan memesan tiket, tetapi juga menjadi bagian dari langkah Kabupaten Barito Selatan menuju sistem transportasi air yang lebih modern, transparan dan berbasis data. (IB1).







