Foto: Anggota DPRD Barsel H. Raden Sudarto, SH.
Buntok, SampurnaNews.com – Persoalan pelayanan kesehatan dan ketersediaan air bersih masih menjadi keluhan utama masyarakat Desa Malungai Raya, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat saat Anggota DPRD Barsel H. Raden Sudarto, yang akrab disapa H. Alex, bersama Wakil Bupati Barsel Khristianto Yudha berkunjung ke desa tersebut untuk menyerahkan bantuan sembako.
Menurut H. Alex, ada dua kebutuhan mendesak yang disampaikan masyarakat, yakni keberadaan tenaga kesehatan (nakes) dan ketersediaan air bersih.
“Yang pertama masalah tenaga kesehatan
dan yang kedua masalah air bersih Ini sangat diperlukan masyarakat di sana,” kata H. Alex kepada wartawan di kantornya, Jum’at (11/9/2026).
Ia mengungkapkan, persoalan tenaga kesehatan sebenarnya bukan baru kali ini disampaikan masyarakat. Keluhan tersebut juga telah disuarakan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Februari 2026 lalu.
Namun, hingga kini belum terlihat realisasi penempatan tenaga kesehatan di Desa Malungai.
H. Alex menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Barsel. Sebab, tanpa adanya tenaga kesehatan yang standby dan bertugas di desa, masyarakat otomatis bisa dikatakan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Saya anggap ini lalai terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Sebab di sana tidak ada pelayanan kesehatan karena tidak ada tenaga kesehatan yang standby dan bertugas di Desa Malungai Raya,” tegasnya.
Politisi PDIP Barsel itu mengatakan, masyarakat sebenarnya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya mengharapkan adanya tenaga kesehatan yang dapat memberikan pelayanan dasar di desa, terutama ketika warga membutuhkan penanganan kesehatan.
Jika harus berobat ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Barsel tersebut, warga Malungai harus menuju Puskesmas Patas yang jaraknya cukup jauh.
“Kalau mereka harus berobat karena sakit, mereka harus datang ke Puskesmas Patas dan itu jaraknya jauh dari Desa Malungai. Padahal hal itu sudah disuarakan mereka saat Musrenbang Kecamatan bulan Februari lalu,” ujarnya.
H. Alex berharap Dinas Kesehatan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menugaskan tenaga kesehatan di Desa Malungai. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah kepada masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pelosok.
Ia juga menyoroti kondisi masyarakat Malungai yang semakin membutuhkan perhatian di tengah musim kemarau. Selain persoalan air bersih, kondisi jalan dan lingkungan yang berdebu juga dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Karena kesehatan itu merupakan program wajib. Masyarakat mendapatkan pelayanan, maka Dinas Kesehatan wajib memperhatikan hal tersebut, apalagi saat musim kemarau seperti ini debunya sangat luar biasa,” katanya.
Selain tenaga kesehatan, persoalan lain yang mendesak adalah ketersediaan air bersih. H. Alex menyebutkan, masyarakat meminta pemerintah daerah memberikan suplai air bersih selama musim kemarau.
Pasalnya, sumur-sumur warga mulai mengering sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Untuk air bersih, masyarakat meminta agar ada suplai air bersih dari pemerintah daerah. Karena saat musim kemarau seperti ini sumur-sumur menjadi kering, sementara masyarakat sangat memerlukan air bersih,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menyalurkan air bersih ke Desa Malungai Raya. Terlebih desa tersebut berada di wilayah yang relatif terpencil sehingga akses masyarakat terhadap sumber air maupun fasilitas pelayanan dasar tidak semudah wilayah perkotaan.
“Jadi Pemda melalui dinas terkait diharapkan dapat menyuplai air bersih ke sana,” pungkasnya. (IB1).







