Pemkab Barsel

Digitalisasi Presensi GPS Diterapkan di 15 UPT, DKPP Barsel Tekan Potensi Titip Absen ASN

Sampurna News
38
×

Digitalisasi Presensi GPS Diterapkan di 15 UPT, DKPP Barsel Tekan Potensi Titip Absen ASN

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 08 08 18 24 29 79 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

Foto : Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Barsel, Ida Safitri, SP., MM.

BUNTOK, SampurnaNews.com – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DK3P) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan disiplin dan akurasi kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu inovasi yang diterapkan yakni digitalisasi sistem presensi berbasis Global Positioning System (GPS) atau geotagging. Sistem ini dikembangkan sebagai solusi atas berbagai kelemahan absensi manual yang dinilai rentan terhadap kesalahan pencatatan maupun potensi manipulasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Barsel, Ida Safitri, SP., MM, mengatakan aplikasi presensi GPS tersebut terhubung langsung dengan aplikasi absensi E-Kinerja Kabupaten Barsel.

“Aplikasi presensi atau absen GPS terhubung langsung dengan aplikasi Absen E-Kinerja Kabupaten Barsel,” kata Ida Safitri kepada awak media, Senin (15/1/2024).

IMG 20260808 183511
Oplus_131072

Menurutnya, gagasan penggunaan sistem presensi GPS berawal dari kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi serta pengawasan kehadiran ASN, khususnya pada unit pelaksana teknis (UPT) yang tersebar di wilayah Barsel.

DK3P sendiri memiliki sebanyak 15 UPT, sementara belum seluruhnya didukung mesin absensi berbasis Face ID. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari sistem presensi yang lebih efektif dan dapat diterapkan secara luas.

Ida menjelaskan, penerapan presensi berbasis GPS memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah sistem hanya dapat mencatat kehadiran ketika ASN berada pada titik atau wilayah yang telah ditentukan.

“Pertama dari sisi keamanan lokasi, sistem mencatat kehadiran hanya jika pengguna berada di area spesifik yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain itu, sistem tersebut juga dirancang untuk mencegah manipulasi titik lokasi. Kehadiran ASN dapat diverifikasi secara real-time, sehingga pimpinan maupun instansi dapat mengetahui lokasi presensi pegawai dengan lebih akurat.

Sistem digital tersebut juga mampu melakukan otomatisasi pencatatan jam masuk dan jam pulang ASN. Dengan demikian, proses rekapitulasi data kehadiran dapat dilakukan secara otomatis dan diharapkan mampu meminimalisasi praktik titip absen.

“Presensi ini juga memudahkan kita memantau titik lokasi presensi ASN,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ida menyebut inovasi tersebut memberikan manfaat dalam pengelolaan kehadiran pegawai. Selain mampu memverifikasi lokasi secara akurat, sistem GPS juga dapat mengurangi potensi kecurangan serta memudahkan pengawasan kehadiran secara langsung.
Penerapan sistem tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DK3P Barsel menyesuaikan tata kelola pemerintahan dengan perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, digitalisasi presensi dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kedisiplinan ASN, akurasi data kehadiran serta efisiensi operasional karena proses rekapitulasi tidak lagi dilakukan secara manual.

Ida menambahkan, penjaringan ide inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang dihadapi dalam penggunaan absensi manual pada sejumlah UPT. Selain keterbatasan mesin Face ID, pemerataan akses internet di sejumlah wilayah pedesaan juga menjadi tantangan tersendiri.

Keterbatasan anggaran untuk pengadaan mesin Face ID, sementara jumlah UPT yang tersebar cukup banyak, turut mendorong DK3P mencari alternatif yang lebih efisien.

“DK3P sendiri memiliki 15 UPT. Karena itu, setelah dilakukan diskusi, diperoleh ide untuk menggunakan presensi digital berbasis GPS,” pungkasnya.

Dengan inovasi tersebut, DK3P Barsel berharap sistem kehadiran ASN tidak hanya menjadi alat pencatat jam masuk dan pulang, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan untuk membangun budaya kerja yang lebih disiplin, transparan dan akuntabel. (IB1).