Foto : Murid SMPN 1 Dusun Selatan saat memperlihatkan Ciptanya Sistem Deteksi Penyakit Cabai Berbasis AI (ist)
BUNTOK, SampurnaNews.com – Inovasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai dikembangkan di kalangan pelajar Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Salah satunya ditunjukkan Pramudito Enggar Nurcahyo S., murid SMP Negeri 1 Dusun Selatan, melalui karya inovatif untuk mendeteksi penyakit jamur pada tanaman cabai.
Karya berjudul “Deteksi Cerdas Penyakit Jamur pada Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Teachable Machine Berbasis Kecerdasan Buatan” tersebut memadukan pembelajaran teknologi digital dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Dalam pengembangannya, Pramudito memanfaatkan Teachable Machine, sebuah teknologi yang memungkinkan sistem kecerdasan buatan dilatih untuk mengenali pola tertentu. Sistem tersebut dilatih menggunakan citra atau foto daun tanaman cabai yang memiliki ciri-ciri penyakit jamur.
Setelah melalui proses pelatihan data, sistem dapat mengenali dan mengidentifikasi kondisi daun berdasarkan gambar yang dimasukkan ke dalam sistem.
Menariknya, inovasi tersebut dirancang agar dapat digunakan melalui smartphone. Pengguna cukup mengarahkan kamera ponsel ke daun tanaman cabai atau mengunggah foto daun, kemudian sistem akan melakukan analisis dan memberikan hasil identifikasi secara cepat.
Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sarana deteksi awal terhadap penyakit tanaman, sehingga petani maupun masyarakat dapat lebih cepat mengetahui adanya indikasi penyakit sebelum kondisi tanaman semakin parah.

Kepala SMP Negeri 1 Dusun Selatan Nurul Majidah mengapresiasi kreativitas dan keberanian muridnya dalam mengembangkan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga mencoba menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
“Kami sangat bangga melihat murid mampu menghasilkan inovasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan solusi bagi masyarakat. Karya ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dapat melahirkan ide-ide kreatif yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kehidupan sehari-hari,” ungkap Nurul kepada awak media Sabtu (27/09/2025).
Menurutnya, karya tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat diperkenalkan kepada pelajar sejak dini dengan diarahkan pada kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat nyata.
Bagi Pramudito, pengembangan sistem tersebut tidak hanya menjadi pembelajaran mengenai informatika dan AI. Prosesnya juga melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis masalah, mengolah data, berkreasi, serta mencari solusi terhadap persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat dipelajari dan dikembangkan oleh pelajar untuk berbagai bidang, termasuk pertanian yang menjadi salah satu sektor penting bagi masyarakat.

SMP Negeri 1 Dusun Selatan pun terus mendorong murid untuk mengembangkan kreativitas melalui pembelajaran berbasis teknologi dan pemecahan masalah. Sekolah berharap karya seperti yang dikembangkan Pramudito dapat menjadi pemicu bagi murid lainnya untuk berani menciptakan inovasi dan memanfaatkan teknologi digital secara positif.
“Yang paling penting bukan hanya menghasilkan sebuah aplikasi atau sistem, tetapi bagaimana murid mampu melihat persoalan di sekitarnya dan kemudian mencoba menciptakan solusi dengan ilmu yang mereka pelajari,” tutupnya. (IB1).







