Foto : Website Sayang Adinda Kecamatan Dusun Hilir (ist).
SampurnaNews.com – Urusan mencari informasi pemerintahan desa kini tidak harus selalu dilakukan dengan datang langsung ke kantor desa. Warga di Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, mulai mendapatkan kemudahan melalui inovasi digital SAYANG ADINDA (Sistem Layanan Administrasi dan Informasi Desa).
Inovasi tersebut dikembangkan Pemerintah Kecamatan Dusun Hilir melalui konsep Satu Desa Satu Website. Setiap desa didorong memiliki laman digital yang menjadi pusat informasi sekaligus sarana untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Camat Dusun Hilir, Eko Hermansyah, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk menjawab kondisi geografis wilayah Dusun Hilir yang cukup beragam. Sejumlah permukiman masyarakat berada di kawasan perairan maupun wilayah yang relatif jauh dari pusat pemerintahan.
“Dengan adanya SAYANG ADINDA, masyarakat tidak selalu harus datang ke kantor desa hanya untuk mendapatkan informasi. Informasi dapat diakses melalui website desa,” kata Eko, Senin (5/1/2026).
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi mengenai profil desa, kegiatan pemerintahan, potensi ekonomi, hingga informasi dan berita terkait pelayanan desa.
Yang tak kalah penting, SAYANG ADINDA juga diarahkan untuk memperkuat transparansi pengelolaan keuangan desa.
Informasi mengenai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) dapat ditampilkan melalui infografis pada website. Data tersebut terhubung dengan sistem pengelolaan keuangan desa sehingga masyarakat memiliki ruang untuk mengetahui penggunaan anggaran secara lebih terbuka.
“Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat bisa ikut mengetahui dan mengawasi bagaimana pengelolaan anggaran desa,” ujarnya.
Kemudahan juga dirasakan dalam urusan administrasi. Sebelum mendatangi kantor desa, warga dapat terlebih dahulu melihat persyaratan dokumen yang diperlukan untuk mengurus berbagai layanan.
Cara tersebut membuat masyarakat dapat mempersiapkan dokumen sejak awal sehingga tidak perlu bolak-balik ke kantor desa hanya karena persyaratan belum lengkap.
Bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, kemudahan tersebut tentu menjadi nilai tambah. Mereka cukup membuka website untuk mengetahui informasi pelayanan dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum datang ke kantor desa.
Eko menegaskan, digitalisasi melalui SAYANG ADINDA bukan semata-mata soal penggunaan teknologi. Lebih dari itu, inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang terbuka, informatif, transparan dan semakin dekat dengan masyarakat.
Ia berharap aparatur desa dapat menjaga keberlanjutan inovasi tersebut dengan memperbarui informasi secara berkala.
“Yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mendapatkan informasi dan pelayanan,” pungkasnya. (IB1).







