Barito SelatanBlog

BENANG JAWET Dorong Kreativitas Siswa Sekaligus Tanamkan Nilai Bela Negara

Sampurna News
38
×

BENANG JAWET Dorong Kreativitas Siswa Sekaligus Tanamkan Nilai Bela Negara

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 08 27 12 47 24 76 c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062

Buntok,SampurnaNews.com – Upaya menanamkan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran yang bersifat teoritis. Nilai cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong dan tanggung jawab dapat ditanamkan melalui kegiatan kreatif yang dekat dengan kehidupan siswa.

Hal tersebut diterapkan SMPN 5 Dusun Selatan melalui inovasi BENANG JAWET (Bela Negara Dengan Pembelajaran Siswa Tematik). Inovasi ini mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam pembelajaran Prakarya dengan memanfaatkan bahan lokal berupa rotan dan sampah kering untuk menghasilkan berbagai karya seni.

Kepala SMPN 5 Dusun Selatan, Norhanah, S.Pd.I mengatakan, mata pelajaran Prakarya memiliki potensi besar untuk menjadi media pembentukan karakter siswa karena tidak hanya mengembangkan keterampilan, tetapi juga mendorong kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Prakarya sebagai mata pelajaran yang berbasis keterampilan dan kreativitas memberi ruang yang luas bagi penguatan karakter dan semangat kebangsaan siswa sejak dini,” kata Norhanah kepada awak media, Kamis (2/5/2024).

Menurutnya, BENANG JAWET dirancang agar proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Melalui kegiatan membuat karya dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, siswa diajak mengenal potensi lokal sekaligus belajar menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menghasilkan sebuah karya, tetapi juga memahami pentingnya mencintai lingkungan, menghargai potensi daerah dan bekerja sama dalam menyelesaikan suatu kegiatan,” ujarnya.

Norhanah menambahkan, pemanfaatan rotan sebagai bahan kerajinan juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kekayaan sumber daya lokal kepada peserta didik. Sementara penggunaan sampah kering mengajarkan siswa bahwa material yang dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika dan manfaat.

Dalam pelaksanaannya, siswa didorong untuk terlibat secara aktif mulai dari menentukan ide, menyiapkan bahan, membuat desain hingga menghasilkan karya. Proses tersebut sekaligus melatih kreativitas, ketelitian, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama.

“Harapan kami, BENANG JAWET dapat membentuk siswa yang kreatif, peduli lingkungan, memiliki keterampilan dan yang tidak kalah penting mempunyai rasa cinta terhadap bangsa dan daerahnya,” pungkas Norhanah. (IB1).