DPRD Barsel

DPRD Barsel Minta Pelayanan Publik Tetap Maksimal di Tengah Kabut Asap

Sampurna News
12
×

DPRD Barsel Minta Pelayanan Publik Tetap Maksimal di Tengah Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 10 17 20 25 93 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

Foto: Anggota DPRD Barsel, Hermanes, SE

BUNTOK, SampurnaNews.com – Musim kemarau berkepanjangan yang disertai bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi perhatian DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel).

Anggota DPRD Barsel, Hermanes, SE, meminta pemerintah daerah melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang sehat akibat kabut asap.

Menurut politisi PDI Perjuangan Barsel tersebut, kondisi kabut asap tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Pemerintah juga dinilai perlu meningkatkan langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

Selain memastikan pelayanan publik tetap berjalan, Hermanes meminta pembagian masker dilakukan secara merata hingga ke pelosok pedesaan.

“Pembagian masker harus dilakukan secara merata hingga ke pelosok desa. Berdasarkan informasi yang kita terima, saat ini Pemerintah Kabupaten Barsel akan mengadakan dan membagikan ratusan ribu masker,” kata Hermanes kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

Ia berharap bantuan masker tersebut tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di desa-desa yang turut terdampak kabut asap.

Hermanes juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mengikuti anjuran dan protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Di sisi lain, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Karhutla terjadi akibat tidak bijaknya masyarakat menggunakan api. Sementara terjadinya Karhutla hampir dapat dipastikan 90 persen akibat ulah manusia itu sendiri,” pungkasnya. (IB1).