Foto: Camat Karau Kuala bersama TNI-Polri, ASN dan MPA saat Patroli (ist).
Bangkuang, SampurnaNews.com – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Sinergi antara TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), masyarakat peduli api (MPA) dan dunia usaha ditingkatkan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Camat Karau Kuala, Adriansyah, SIP, M.Si, mengatakan, jajaran TNI dan Polri bersama ASN serta MPA Kelurahan Bangkuang dan 10 desa lainnya yang tergabung dalam Posko Siaga Karhutla Kecamatan Karau Kuala, melakukan patroli ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Patroli tersebut dilakukan setelah tim mendapatkan sosialisasi mengenai penanganan bencana Karhutla dari Mabes TNI yang disampaikan Kapten Agus S dan Kapten Wardani.
Tim kemudian bergerak menyisir kawasan jalan hauling PT MUTU Km 8 hingga Km 18, khususnya wilayah Desa Janggi dan Malitin. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena dalam beberapa waktu terakhir terindikasi sebagai salah satu titik rawan terjadinya Karhutla.
“Setelah mendapatkan sosialisasi, tim langsung melakukan patroli ke wilayah yang dianggap rawan dan krusial terjadinya Karhutla,” ujar Adriansyah.
Pada saat yang sama, tim Posko Siaga Karhutla lainnya melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap titik api di sepanjang Jalan Negara Bangkuang – Telang/Siong.
Sementara itu, di kawasan Km 8 dan Km 9, Tim MPA Desa Janggi bersama dukungan mobil tangki air dari PT BDA/PT SMP juga melakukan pemadaman serta pendinginan terhadap titik api.
Adriansyah menegaskan, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah maupun aparat semata. Diperlukan kerja sama yang solid antara seluruh unsur, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Karau Kuala dan masyarakat.
“Kerja sama yang solid antara tim posko dengan perusahaan setempat, PT MUTU dan kontraktornya, PT BDA dan kontraktornya, serta Tim MPA Desa Malitin dan Janggi terus ditingkatkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat dalam menjaga wilayah Kecamatan Karau Kuala dari ancaman Karhutla.
“Ini merupakan wujud tanggung jawab semua elemen, baik pemerintahan, dunia usaha maupun masyarakat,” pungkasnya. (IB1).







