Pemkab Barsel

Hujan Redakan Kabut Asap Barsel, Hotspot Nihil Tiga Hari

Sampurna News
4
×

Hujan Redakan Kabut Asap Barsel, Hotspot Nihil Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
IMG 20261029 174329 scaled
Oplus_0

Foto: Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Barsel, Edi Darmadi, saat memimpin Apel persiapan patroli karhutla (ist)

BUNTOK,Sampurna News.com – Setelah hampir dua bulan diselimuti kabut asap pekat, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, mulai bernapas lega. Hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam dua hari terakhir membawa perubahan signifikan dengan menurunkan tingkat pencemaran udara dan memadamkan titik-titik api.

Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama berminggu-minggu harus menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk buruknya kualitas udara yang sempat berada pada kategori berbahaya.

Kepala BPBD Barsel Agus In’ Yulius ST.MT melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Barsel, Edi Darmadi, mengatakan berdasarkan pemantauan pihaknya, tidak ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Barsel selama tiga hari terakhir.

“Sudah tiga hari ini, titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Barito Selatan terpantau nihil,” kata Edi, Kamis (29/10/2026).

Selain nihilnya hotspot, kualitas udara di Barsel juga menunjukkan perbaikan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sebelumnya hampir setiap hari berada pada kategori berbahaya, kini mengalami penurunan ke level tidak sehat.

“Sudah hampir dua bulan ini ISPU kita di Barsel setiap hari selalu berada pada level berbahaya atau jauh melebihi standar maksimal. Namun, dalam tiga hari ini ISPU mengalami penurunan, meskipun masih berada pada level tidak sehat,” ungkapnya.

Meski kondisi mulai membaik, BPBD Barsel belum mengendurkan kewaspadaan. Patroli rutin tetap dilakukan, terutama di kawasan rawan karhutla dan lokasi yang sebelumnya terbakar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terlebih kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu berpotensi memicu kebakaran kembali.

Edi menegaskan, nihilnya hotspot bukan berarti ancaman karhutla telah sepenuhnya berakhir. Karena itu, pengawasan di lapangan dan peran aktif masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga situasi agar tidak kembali memburuk.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kita semua tentu berharap agar semuanya bisa kembali berjalan normal, tidak ada lagi karhutla dan kabut asap. Karena itu, perlu kesadaran bersama untuk menjaga,” pungkasnya.

Hujan dan nihilnya hotspot menjadi sinyal positif bagi pemulihan kualitas lingkungan di Barsel. Namun, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak lengah agar kabut asap yang mulai mereda tidak kembali menyelimuti Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus. (IB1).