Barito Selatan

DPRD Barsel Soroti Kualitas Bantuan Air PT MUTU Untuk Warga Ugang Sayu

Sampurna News
59
×

DPRD Barsel Soroti Kualitas Bantuan Air PT MUTU Untuk Warga Ugang Sayu

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 10 01 22 05 38 09 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Foto: Pihak perusahaan saat menyuplai air bersih ke rumah warga (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Kepedulian PT MUTU dalam membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel),Arbanu.

Namun, apresiasi tersebut disertai catatan. Arbanu meminta perusahaan memperhatikan kembali kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat, khususnya warga Desa Ugang Sayu.

Menurutnya, bantuan air sangat dibutuhkan karena sumber air masyarakat semakin terbatas. Akan tetapi, keluhan warga terkait kondisi air yang diterima belakangan ini perlu menjadi perhatian serius, terutama apabila air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun konsumsi.

“Kita sangat berterima kasih atas kepedulian PT MUTU yang setiap hari membantu air kepada masyarakat. Tetapi kalau kualitas airnya seperti ini, untuk mandi dan mencuci saja masyarakat merasa kurang nyaman, apalagi untuk air minum,” ujar Arbanu kepada awak media, Kamis (1/10/2026).
Screenshot 2026 10 01 22 05 10 93 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
Ia menjelaskan, masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan menghadapi persoalan keterbatasan sumber air. Pada musim kemarau, sumur-sumur warga mengalami kekeringan. Sementara ketika musim hujan, air sungai tidak selalu dapat digunakan sebagai sumber air konsumsi.

“Musim kemarau air sumur kering. Ketika musim hujan, air sungai justru tidak layak dikonsumsi. Karena itu bantuan air bersih dari perusahaan sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Arbanu berharap keluhan dan masukan masyarakat tersebut tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan memastikan air yang didistribusikan benar-benar memenuhi kebutuhan warga.

Sementara itu, Kepala Desa Ugang Sayu, Supriadi, menyampaikan apresiasi kepada PT MUTU yang selama masa bencana Karhutla dan kekeringan rutin mendistribusikan air ke desanya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ketika sumber air warga mengalami keterbatasan.

“Air yang dibantu oleh PT MUTU sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi dalam kondisi kekeringan seperti sekarang, masyarakat memang sangat membutuhkan pasokan air bersih,” kata Supriadi.

Ia berharap distribusi air dapat terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan sumber air.

Selain itu, pihak desa sebelumnya telah mengajukan permintaan pembangunan embung kepada perusahaan. Supriadi berharap usulan tersebut dapat direalisasikan sehingga desa memiliki sumber air yang lebih memadai ketika musim kemarau.

“Kita berharap pembuatan embung yang telah kita ajukan ke pihak perusahaan bisa terakomodir, sehingga saat kemarau seperti saat ini, pasokan air untuk desa masih bisa teratasi,” harapnya.

Menanggapi masukan mengenai kualitas air, External Relation Department Head PT MUTU, Agus Karyawan, mengatakan perusahaan bersama mitra kerja berupaya maksimal membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi kekeringan saat ini.

Ia menyambut baik masukan dari tokoh masyarakat terkait program distribusi air bersih dan menyatakan perusahaan akan berupaya meningkatkan kualitas air yang diberikan kepada masyarakat.

“Masukan-masukan dari tokoh masyarakat kami sambut dengan baik. Ke depan, perusahaan bersama mitra kerja berencana membuat embung dan sumur bor yang bisa dijangkau oleh masyarakat sesuai kemampuan perusahaan,” jelas Agus.

Sementara itu, External Division Head PT MUTU, Arif Bunyamin, menjelaskan bantuan air bersih tidak hanya diberikan kepada masyarakat Desa Ugang Sayu.

PT MUTU bersama sejumlah mitra kerja, yakni RML, Petrosea dan MHA, juga mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa lain yang mengalami keterbatasan sumber air.

“Selain membantu air bersih setiap hari ke Desa Ugang Sayu, kami juga menyuplai air bersih ke desa-desa sekitar seperti Wayun, Gagutur, dan Baruyan,” jelasnya.

Di tengah kondisi kekeringan dan status tanggap darurat Karhutla serta kekeringan, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan masyarakat.

Namun, kebutuhan air tidak hanya menyangkut ketersediaan secara kuantitas. Keluhan mengenai kualitas juga menjadi catatan penting agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat secara layak dan aman.

Dengan demikian, distribusi air bersih sekaligus upaya penyediaan sumber air jangka panjang seperti embung dan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan keterbatasan air. (IB1)