Pemkab Barsel

Ita Minarni: UMKM Harus Tetap Bergerak di Tengah Tekanan Ekonomi

Sampurna News
14
×

Ita Minarni: UMKM Harus Tetap Bergerak di Tengah Tekanan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 20 16 00 50 03 439a3fec0400f8974d35eed09a31f914

Foto: Pj Sekda Barsel, Ita Minarni

BUNTOK, SampurnaNews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) berupaya menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan dampak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Salah satu perhatian pemerintah daerah saat ini adalah keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Barsel, Ita Minarni, mengatakan pemerintah terus mencari pola yang tepat agar pelaku UMKM tetap memiliki kesempatan untuk berjualan dan memperoleh pendapatan.

“Selalu ada target perputaran ekonomi. Kita mencari formulasi bagaimana UMKM ini tetap bisa berjualan sehingga perekonomian tetap berputar,” kata Ita di sela kegiatan makan gratis dalam rangka HUT ke-67 Kabupaten Barito Selatan, Minggu (20/9/2026).

Menurut Ita, salah satu bentuk dukungan yang diberikan pemerintah daerah adalah melalui kegiatan Barsel Expo. Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapatkan fasilitas tenda secara gratis hingga 25 September 2026.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk tetap menjalankan aktivitas perdagangan, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kembali penghasilan yang terdampak kondisi bencana.

“Harapannya tentu memberikan dampak positif bagi UMKM. Bagaimana roda perekonomian mereka tetap berjalan di tengah kondisi saat ini,” ujarnya.

Namun, dukungan terhadap UMKM tidak hanya diarahkan pada kegiatan sementara. Pemkab Barsel juga mulai menyiapkan konsep penyediaan lokasi khusus yang dapat digunakan masyarakat untuk berjualan secara lebih berkelanjutan.

Kawasan Iring Witu menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk dikembangkan menjadi sentra UMKM.

Ita menyebutkan, pengembangan kawasan tersebut nantinya melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dengan adanya sentra UMKM, masyarakat diharapkan memiliki tempat yang lebih permanen untuk mengembangkan usaha.

“Anggarannya sudah ada. Tinggal bagaimana situasi dan musyawarah antara Bappeda dengan UMKM, karena ada beberapa prioritas lain yang juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak ingin program pemberdayaan UMKM hanya memberikan dampak dalam waktu singkat. Karena itu, diperlukan perencanaan yang matang agar fasilitas dan program yang disiapkan benar-benar dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Barsel menjaga daya tahan ekonomi masyarakat selama menghadapi tekanan akibat Karhutla.

Ita berharap pelaku UMKM dapat terus menjalankan usahanya, sementara pemerintah daerah berupaya menciptakan ruang dan kebijakan yang mendukung agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak.

“Harapannya UMKM tidak hanya bisa bertahan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga semakin berkembang setelah kondisi kembali normal,” pungkasnya. (IB1).