Barito Selatan

Karhutla Meluas di Tengah Kemarau, ERG PT MUTU Perkuat Patroli dan Respons Cepat

Sampurna News
21
×

Karhutla Meluas di Tengah Kemarau, ERG PT MUTU Perkuat Patroli dan Respons Cepat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260831 WA0080 scaled

Foto:tim Emergency Response Group (ERG) bersama mitra kerja, turut serta memadamkan kaarhutla (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Puncak musim kemarau meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Barito Raya. Sejumlah titik kebakaran yang muncul di sekitar wilayah operasional perusahaan mendapat perhatian serius dari PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU).

Melalui tim Emergency Response Group (ERG) bersama mitra kerja dan kontraktor, perusahaan meningkatkan patroli sekaligus mempercepat respons setiap kali menerima informasi mengenai munculnya titik api.

Dalam sepekan terakhir, personel ERG PT MUTU terlibat dalam penanganan kebakaran di sejumlah lokasi, di antaranya Km 10–11 kawasan Desa Malitin, Km 45 hingga Km 48 di sekitar Desa Ugang Sayu, serta kawasan Swalang yang berada di sekitar Desa Bipak Kali dan Desa Bintang Ara.

Tak hanya fokus di wilayah operasional perusahaan, tim ERG juga turut memberikan dukungan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Ugang Sayu, Desa Palu Rejo, Desa Malitin, hingga MPA Kecamatan Karau Kuala.IMG 20260831 WA0083

Kepala Teknik Tambang PT MUTU, Ari Tri Atmoko, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan Karhutla merupakan bentuk komitmen untuk menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau dan potensi kebakaran lahan,” ujar Ari, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, setiap informasi mengenai titik api langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan. Jika kebakaran dinilai berpotensi meluas, personel segera melakukan koordinasi dan membantu proses pemadaman.

“Ketika ada laporan maupun ditemukan titik api di sekitar wilayah operasional, kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” katanya.

Menurut Ari, sebagian besar kebakaran yang ditangani berada pada lahan semak maupun kebun. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api dapat dengan cepat merambat apabila cuaca panas, angin kencang dan kondisi lahan sangat kering.IMG 20260831 WA0081

Selain penanganan kebakaran, PT MUTU juga menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan Karhutla melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Bantuan yang disiapkan meliputi distribusi air bersih ke Desa Ugang Sayu, masker untuk masyarakat di wilayah Ring I, khususnya siswa sekolah dasar dan warga usia rentan, bantuan sembako, serta sarana pendukung untuk MPA.

“Bantuan PPM untuk bencana kekeringan dan Karhutla ini secara bertahap kami salurkan kepada masyarakat,” ungkap Ari.
Sementara itu, Division Head External PT MUTU, Arif Bunyamin, menilai pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Perusahaan, pemerintah, aparat serta masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi kebakaran.

“Karhutla merupakan tantangan kita bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila ada titik api di area perusahaan,” tegas Arif.

Ia menambahkan, kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

“Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” ujarnya.

PT MUTU, lanjut Arif, juga tetap berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan apabila terjadi kebakaran di luar wilayah operasional perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau.

Dengan memperkuat patroli, kesiapsiagaan personel, respons terhadap titik api serta dukungan PPM bagi masyarakat, PT MUTU memastikan keterlibatan dalam penanganan Karhutla akan terus dilakukan untuk membantu mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan.
(IB1)