Pemkab Barsel

Kekeringan Ekstrem, Anak Sungai di Dusun Hilir Dangkal, Distribusi Barang Terganggu

Sampurna News
33
×

Kekeringan Ekstrem, Anak Sungai di Dusun Hilir Dangkal, Distribusi Barang Terganggu

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 26 14 30 46 16 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Foto: Kondisi Anak Sungai yang rusak bisa dilalui di kecamatan Dusun Hilir akibat kekeringan ekstrim. (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mulai berdampak terhadap aktivitas transportasi sungai. Sejumlah anak sungai di Kecamatan Dusun Hilir mengalami penyusutan debit air, kekeringan dan pendangkalan hingga tidak lagi dapat dilalui sarana transportasi sungai.

Kondisi tersebut turut mengganggu distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat menuju sejumlah desa yang selama ini masih mengandalkan jalur sungai sebagai salah satu akses utama transportasi.

Plt Camat Dusun Hilir, Hidayat, mengatakan kondisi sejumlah anak sungai saat ini cukup memprihatinkan. Pendangkalan membuat perahu maupun sarana transportasi sungai kesulitan melintas, terutama pada bagian sungai yang mengalami penyusutan debit air cukup signifikan.

“Karena kondisinya sangat memprihatinkan, kami sudah melakukan koordinasi dengan BPBD dan Asisten III Setda Barsel untuk mengusulkan pendalaman sungai agar kembali dapat dilewati sarana transportasi,” kata Hidayat kepada awak media, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, jalur sungai memiliki peran penting bagi masyarakat Kecamatan Dusun Hilir, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi kebutuhan pokok dan berbagai barang ke desa-desa yang aksesnya masih sangat bergantung pada transportasi sungai.

Dampak kekeringan dan pendangkalan tersebut mulai dirasakan masyarakat, di antaranya terganggunya akses transportasi menuju dan dari Desa Mangkatir, Desa Lehai dan Dusun Pinungku.Screenshot 2026 09 26 14 31 19 77 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Selain itu, kondisi tersebut berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dalam memperoleh pelayanan pemerintahan dan administrasi, pelayanan kesehatan maupun rujukan, serta aktivitas pendidikan.

Distribusi kebutuhan pokok, bahan pangan, BBM, obat-obatan dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya juga ikut terdampak. Aktivitas perekonomian, khususnya perdagangan dan distribusi hasil usaha masyarakat, turut mengalami kendala.

Masyarakat juga harus mencari jalur atau cara alternatif untuk keluar-masuk wilayah sehingga berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan waktu tempuh. Di sisi lain, penggunaan sarana transportasi air pada kondisi sungai yang sangat dangkal juga meningkatkan risiko keselamatan.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Barito Selatan, Agus In’ Yulius, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi sejumlah sungai yang mengalami kekeringan dan pendangkalan di wilayah Kecamatan Dusun Hilir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Barsel berkoordinasi dengan dinas teknis, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan.

“Untuk menindaklanjuti laporan terkait, BPBD dan DPUPR besok, Minggu, 27 September 2026, akan melaksanakan survei ke lokasi tersebut,” kata Agus In’ Yulius.

Survei tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi aktual sungai, termasuk tingkat pendangkalan serta kebutuhan penanganan agar jalur transportasi sungai dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.

“Setelah ada hasil survei, baru kita dapat menentukan langkah penanganan, mengingat jalur sungai menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Dusun Hilir,” tutupnya. (IB1)