Barito Selatan

Pemanfaatan Buah Karuminting dalam Produk Selai dan Pewarna Makanan “KARUMI”, Inovasi Lokal Siap Angkat Potensi Kalimantan

Sampurna News
15
×

Pemanfaatan Buah Karuminting dalam Produk Selai dan Pewarna Makanan “KARUMI”, Inovasi Lokal Siap Angkat Potensi Kalimantan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260721 133348
Oplus_131072

Foto: Mia Helmalia, Penggagah Inovasi

BUNTOK, SampurnaNews.com – Buah karuminting atau karamunting yang selama ini tumbuh liar di berbagai wilayah Kalimantan kini memiliki nilai tambah melalui inovasi KARUMI (Pemanfaatan Buah Karuminting dalam Mengolah Produk Selai dan Pewarna Makanan).

Inovasi yang digagas Mia Helmalia ini mengubah buah lokal kaya antioksidan menjadi produk pangan bernilai ekonomi sekaligus mendukung tren gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

IMG 20260721 134037
Oplus_131072

Mia Helmalia mengatakan, buah karuminting memiliki potensi besar karena mengandung antioksidan alami, namun pemanfaatannya selama ini masih sangat terbatas. Melalui KARUMI, buah tersebut diolah menjadi dua produk unggulan, yaitu selai organik dan pewarna makanan alami yang aman dikonsumsi.

“Buah karuminting memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Melalui KARUMI, kami ingin menghadirkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi hayati Kalimantan,” ujar Mia, Selasa (21/07/2026).

Produk pertama adalah Selai KARUMI, yang dikemas dalam toples kaca berukuran 200 ml dengan harga sekitar Rp40 ribu per kemasan. Selai ini menawarkan cita rasa perpaduan manis, asam, dan sedikit sepat dengan tekstur khas dari biji buah karuminting, sehingga menghadirkan sensasi berbeda dibandingkan selai buah pada umumnya.

Sementara itu, produk kedua berupa Pewarna Makanan Alami KARUMI dibuat dari ekstrak murni buah karuminting. Dikemas dalam botol 15 ml dengan harga Rp5 ribu, produk ini menghasilkan warna ungu gelap alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan, minuman, bahkan berpotensi dikembangkan untuk industri kosmetik maupun tekstil.
IMG 20260721 WA0122
Menurut Mia, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi produk organik membuka peluang pasar yang sangat besar. Apalagi, produk berbahan dasar buah karuminting hingga kini masih sangat jarang dipasarkan secara komersial.

Target pemasaran KARUMI tidak hanya menyasar konsumen rumah tangga, tetapi juga toko pangan organik, restoran, kafe, produsen makanan, hingga industri yang membutuhkan pewarna alami.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pemasaran dilakukan melalui toko oleh-oleh, toko sembako, serta berbagai platform digital seperti Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop. Promosi juga diperkuat melalui konten visual, cerita di balik proses produksi, serta testimoni pelanggan.

Selain menawarkan manfaat kesehatan, KARUMI mengedepankan konsep keberlanjutan. Pemanfaatan buah karuminting yang tumbuh liar tanpa memerlukan budidaya intensif dinilai mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Dari sisi usaha, modal awal yang dibutuhkan sekitar Rp819 ribu untuk memproduksi 30 unit, terdiri dari 15 kemasan selai dan 15 botol pewarna alami. Dengan target penjualan minimal 10 unit masing-masing produk setiap bulan, inovasi ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan yang terus meningkat seiring bertambahnya permintaan pasar.

Mia berharap KARUMI dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan khas Kalimantan. Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku UMKM, akademisi, dan berbagai mitra, inovasi ini diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional sebagai produk pangan organik berbasis kearifan lokal yang membanggakan daerah. (IB1).