Barito Selatan

Tekan Karhutla, Polres Barsel Periksa Kendaraan di Jalur Perbatasan

Sampurna News
45
×

Tekan Karhutla, Polres Barsel Periksa Kendaraan di Jalur Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 26 11 12 44 75 96b26121e545231a3c569311a54cda96

Foto: Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto.S.I.K,M.H.

BUNTOK, SampurnaNews.com – Polres Barito Selatan (Barsel) bersama jajaran terkait memperketat pengawasan jalur keluar-masuk wilayah sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemeriksaan kendaraan dilakukan di sejumlah ruas jalan, termasuk jalur perbatasan Buntok–Palangka Raya, Jumat malam (25/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang berpotensi melakukan pembakaran lahan secara sengaja di wilayah Barsel.

Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengatakan, upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan dengan patroli di kawasan rawan, tetapi juga melalui pengawasan terhadap akses keluar-masuk daerah.

“Razia ini kita lakukan untuk mengantisipasi adanya oknum yang masuk dan kemudian melakukan pembakaran lahan,” ujar Eko Mardianto saat memantau kegiatan, Jumat malam.

Menurutnya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas sebagai bagian dari langkah preventif. Pengawasan tersebut sekaligus untuk mendeteksi aktivitas maupun barang yang berpotensi berkaitan dengan pembakaran lahan.

“Ini bagian dari upaya preventif kita untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Eko menambahkan, kepolisian akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memperkuat pengawasan di wilayah yang dinilai rawan. Masyarakat dan pengguna jalan juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api, terutama di kawasan dengan kondisi vegetasi dan lahan yang kering.

“Kepolisian memastikan upaya pencegahan dan pengawasan akan terus dilakukan bersama unsur terkait guna menekan potensi terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Barito Selatan,” katanya.

BPBD Soroti Kenaikan Karhutla Akhir Pekan

Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barito Selatan Agus In’yulius menyatakan dukungannya terhadap langkah kepolisian, khususnya dalam mencegah karhutla yang diduga dilakukan secara sengaja.
Menurut Agus, terdapat kecenderungan peningkatan kejadian karhutla pada akhir pekan.

“Apalagi kalau kita perhatikan, terutama setiap akhir pekan, Jumat, Sabtu, Minggu, ada kecenderungan kasus karhutla ini meningkat,” kata Agus.

Ia mengatakan, selain penanganan terhadap kebakaran yang sudah terjadi, pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menekan munculnya titik api baru.

“Upaya pencegahan dan penanganan dini sangat menentukan. Jika kita amati maraknya kebakaran lahan belakangan ini, indikasi kuat mengarah pada faktor kesengajaan. Hal inilah yang harus kita tekan bersama,” ujarnya.

Agus menegaskan, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat diperlukan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.

Hotspot Barsel Melonjak.

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir laman Stasiun Meteorologi Sanggu BMKG, jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Barito Selatan mengalami lonjakan tajam.

Pada periode Rabu (23/9/2026) pagi hingga Kamis (24/9/2026) pagi, tercatat 15 titik panas. Namun, pada periode Kamis (24/9/2026) pagi hingga Jumat (25/9/2026), jumlahnya meningkat menjadi 465 titik panas.

Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya potensi ancaman karhutla di wilayah Barsel sehingga langkah pencegahan, patroli, pemantauan dan penegakan hukum dinilai semakin penting dilakukan secara terpadu.

Polres Barsel bersama BPBD dan unsur terkait pun terus memperkuat pengawasan untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.(IB1).