Foto: Anggota DPRD Barsel Edy Saputra.SE
Buntok,SampurnaNews.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Edy Saputra, SE mengungkapkan sejumlah aspirasi yang menjadi prioritas masyarakat setelah melaksanakan kegiatan reses di enam desa.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, mayoritas usulan yang disampaikan warga masih berkaitan dengan kebutuhan dasar, terutama pembangunan infrastruktur, penyediaan listrik desa, hingga pembayaran gaji perangkat desa yang hingga kini belum terealisasi.
“Beberapa waktu lalu kami melaksanakan reses di enam desa di wilayah Dapil III, yakni Desa Teluk Betung, Ranggailung, Selat Baru, Tabatan, Mahajandau, dan Kalanis. Hampir seluruh desa menyampaikan aspirasi yang serupa,” ujar Edy Saputra saat ditemui awak media di sela menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan Bersama tentang Pelaksanaan APBD Kabupaten Barito Selatan Tahun Anggaran 2025 yang ditunda, Kamis (09/07/2026).
Edy menjelaskan, setiap desa juga memiliki kebutuhan yang bersifat spesifik. Di Desa Mahajandau, masyarakat mengusulkan renovasi Jembatan Gantung Sungai Lunuk yang dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas warga.
Sementara itu, masyarakat Desa Ranggailung mengharapkan peningkatan infrastruktur jalan, penyediaan listrik desa, pembayaran gaji perangkat desa, penyelesaian pembangunan puskesmas desa, serta peningkatan jalan yang menghubungkan desa tersebut dengan desa-desa lainnya.
“Seluruh aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Anggota DPRD Barsel termuda itu juga berharap anggaran aspirasi DPRD dapat ditingkatkan sehingga wakil rakyat memiliki ruang yang lebih besar untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang belum stabil membuat banyak usulan masyarakat belum dapat direalisasikan secara maksimal.
“Kami berharap ke depan anggaran aspirasi DPRD bisa ditingkatkan. Dengan begitu, lebih banyak kebutuhan masyarakat yang dapat kami perjuangkan dan diwujudkan, seperti penyelesaian pembangunan Puskesmas Desa. Saat ini, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi kendala sehingga belum semua aspirasi masyarakat bisa dipenuhi,” pungkasnya. (IB1).







