Pemkab Barsel

1.524 Penerima PKH dan Sembako di Barsel Terindikasi Judi Online

Sampurna News
167
×

1.524 Penerima PKH dan Sembako di Barsel Terindikasi Judi Online

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 09 07 18 33 27 63 439a3fec0400f8974d35eed09a31f914

Foto :Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Selatan, Syahdani

Buntok, SampurnaNews.com – Sebanyak 1.524 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, terindikasi terlibat aktivitas judi online.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Selatan, Syahdani, mengatakan berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, terdapat ribuan penerima bantuan sosial yang terindikasi terlibat judi online.

“Jumlah penerima PKH di Barito Selatan sebanyak 2.100 kepala keluarga dan penerima bantuan sembako sebanyak 3.718 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.524 di antaranya terindikasi terlibat judi online,” kata Syahdani saat diwawancarai di Buntok, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, data tersebut merupakan hasil pemadanan dan pemutakhiran data yang dilakukan pemerintah pusat. Terhadap penerima manfaat yang terindikasi terlibat judi online, penyaluran bantuan sosial dihentikan oleh Kementerian Sosial.

Syahdani menjelaskan, indikasi tersebut tidak selalu berasal dari aktivitas yang dilakukan langsung oleh kepala keluarga penerima manfaat. Apabila terdapat salah satu anggota dalam Kartu Keluarga (KK) yang terindikasi terlibat judi online, hal itu dapat berdampak pada penghentian bantuan sosial.

“Aktivitas judi online itu tidak mesti dilakukan oleh nama penerima manfaat. Namun apabila salah satu nama dalam Kartu Keluarga penerima manfaat terindikasi terlibat judi online, secara otomatis bantuan dihentikan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat, khususnya penerima PKH dan bantuan sembako, agar tidak terjerumus dalam aktivitas judi online. Selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi keluarga, aktivitas tersebut juga dapat berdampak terhadap status penerimaan bantuan sosial.

Syahdani juga meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan akun maupun data kependudukan, termasuk Kartu Keluarga. Menurutnya, masyarakat tidak boleh sembarangan memberikan atau menggunakan data pribadi untuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan.

“Saya minta kepada warga Barito Selatan untuk berhati-hati, jangan sembarangan menggunakan akun atau Kartu Keluarga kita, sebab aktivitas tersebut bisa terekam dan terdata di kementerian atau pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia berharap bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, semoga dengan adanya bantuan itu dapat meringankan beban keluarga. Tetapi kalau tidak dibayarkan, kasihan penerima manfaat itu,” tuturnya.

Karena itu, Syahdani kembali mengimbau seluruh penerima PKH dan bantuan sembako untuk menjauhi judi online serta menggunakan bantuan pemerintah sesuai peruntukannya demi memenuhi kebutuhan keluarga.(IB1)