Barito Selatan

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng, Gunakan Dry Ice dan NaCl Untuk Picu Hujan

Sampurna News
126
×

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng, Gunakan Dry Ice dan NaCl Untuk Picu Hujan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261018 WA0009

Foto: BMKG saat Operasi Modifikasi Cuaca diwilayah Kalteng. (ist).

BUNTOK, SampurnaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 18–27 Oktober 2026. Operasi ini menjadi salah satu upaya untuk membantu mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berdampak pada sejumlah wilayah.

Dalam operasi tersebut, tim OMC menggunakan dry ice atau es kering serta bubuk natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung proses penyemaian awan guna meningkatkan potensi terjadinya hujan.

Fikri Nuur Muhammad, yang mewakili tim OMC BMKG, mengatakan kegiatan tersebut didukung armada pesawat TNI Angkatan Udara bernomor A-2107. Sementara itu, posko utama operasi ditempatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Penempatan posko di Banjarbaru dilakukan karena kondisi kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah menyebabkan jarak pandang penerbangan belum memenuhi persyaratan keselamatan untuk mendukung operasional dari wilayah tersebut,” ujar Fikri.

Ia menjelaskan, tim OMC melaksanakan penerbangan untuk melakukan penyemaian awan menggunakan NaCl. Informasi kegiatan yang diterima pada Sabtu (17/10/2026) juga menyebutkan adanya persiapan sorti penerbangan menggunakan pesawat PK-SNK.

Operasi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran, terutama di tengah kemarau panjang yang memicu kekeringan dan memperparah kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk periode 17 Oktober pukul 16.00 WIB hingga 18 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berpotensi mengalami hujan ringan.

Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Barito Selatan, Barito Utara, Kapuas, Murung Raya, Gunung Mas, Kota Palangka Raya, dan Kabupaten Katingan. Waktu serta sebaran hujan di setiap wilayah diperkirakan berbeda-beda.

Meski demikian, keberhasilan OMC dalam memicu hujan tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai untuk proses penyemaian.

“Pelaksanaan operasi ini diharapkan dapat membantu penanganan dampak kekeringan dan karhutla di Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Di sisi lain, upaya pemadaman titik api, pendinginan lahan gambut, serta perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan kabut asap tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau tetap waspada terhadap kabut asap dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.(IB1).