Foto : Camat Karau Kuala Adriansyah saat Pimpin Apel Siaga Karhutla. (Ist).
BUNTOK, SampurnaNews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman warga di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), mendapat penanganan langsung dari tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, ASN, dan MPA. Sebanyak dua titik api menjadi sasaran pemadaman dan pendinginan setelah Camat Karau Kuala, Adriansyah, S.IP., bersama Kapolsek Karau Kuala IPTU TRI SETYARTO memimpin apel siaga karhutla, Rabu (14/10/2026).
Apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Karau Kuala tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan petugas menghadapi ancaman kebakaran yang berpotensi meluas, terutama di kawasan yang berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat.
Usai apel, Adriansyah bersama Kapolsek, Koramil dan MPA langsung bergerak melakukan patroli serta penanganan kebakaran di belakang Kelurahan Bangkuang. Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.
“Kita bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, ASN, dan MPA, setelah apel pagi melakukan pemadaman di beberapa titik api karhutla di belakang Kelurahan Bangkuang yang cukup dekat dengan permukiman warga,” ujar Adriansyah kepada awak media, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, lokasi kebakaran yang berdekatan dengan permukiman membutuhkan penanganan cepat agar api tidak menjalar dan menimbulkan risiko bagi keselamatan warga maupun lingkungan sekitar.
Ia menegaskan, pemadaman saja tidak cukup untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali. Proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada lahan yang masih menyimpan bara api dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Patroli dan pemantauan di kawasan rawan karhutla akan terus ditingkatkan. Deteksi dini dinilai penting agar setiap kemunculan titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.
Adriansyah juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, dan unsur terkait dalam menghadapi karhutla. Sinergi di lapangan diperlukan untuk mempercepat mobilisasi petugas sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api di sekitar lingkungan mereka.
“Kesiapsiagaan posko, patroli rutin, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Dengan langkah penanganan yang cepat dan koordinasi lintas sektor, ancaman karhutla di Kecamatan Karau Kuala diharapkan dapat dikendalikan sehingga keselamatan warga dan permukiman tetap terjaga,” tutupnya. (IB1)







