Foto: Plt.Camat Dusun Hilir saat memimpin tim gabungan melakukan pemadaman dan dan pendinginan bersama tim gabungan di kelurahan Mangkatip. (Ist).
BUNTOK, SampurnaNews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kelurahan Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah. Tim Posko Siaga Gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di dua lokasi berbeda pada Rabu (14/10/2026), dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.
“Dari total luasan tersebut, sekitar tiga hektare berhasil dipadamkan, sementara satu hektare lainnya masih memerlukan penanganan dan pemantauan lanjutan,” ujar Plt. Camat Dusun Hilir, Hidayat.SE kepada awak media usai memimpin langsung pemadaman dan pendinginan Karhutla didaerah itu.
Ia menjelaskan, pemadaman dan pendinginan terkait, melibatkan 14 personel gabungan dari unsur kecamatan, kelurahan, Koramil, Polsek, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Lokasi pertama berada di RT 007/RW 003, Kelurahan Mengkatip, sekitar 500 meter di belakang permukiman penduduk. Pemadaman berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai satu hektare” jelasnya.
Area tersebut berupa lahan kosong dengan karakteristik tanah gambut dan rawa, ditumbuhi rumput tipis serta perdu. Tim memanfaatkan sumber air dari sumur, kolam, dan beje untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
“Kebakaran di lokasi ini kembali ditemukan saat pemantauan terhadap lokasi kejadian pada Selasa (13/10/2026). Tim gabungan kemudian melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan,” katanya.
Selanjutnya, tim bergerak ke lokasi kedua di RT 005/RW 002, Kelurahan Mengkatip. Pemadaman berlangsung pukul 12.00 hingga 15.00 WIB di kawasan persawahan yang berbatasan dengan kebun rotan milik masyarakat.
Kondisi lahan yang terbakar berupa gambut dan rawa dengan vegetasi rumput serta pohon-pohon rendah. Sumber air untuk pemadaman berasal dari parit di sekitar lokasi.
Di lokasi kedua ini, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare. Tim berhasil memadamkan api pada area sekitar dua hektare, sedangkan satu hektare sisanya masih membutuhkan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
“Kondisi lahan gambut dan rawa menjadi perhatian khusus oleh tim gabungan, karena berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Karena itu, upaya pendinginan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” jelasnya.
Masih dikatakan Hidayat, tim gabungan juga akan memprioritaskan penanganan sisa area terbakar di RT 005/RW 002, sekaligus meningkatkan koordinasi lintas unsur dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru di sekitar permukiman, persawahan, maupun kawasan perkebunan.
“Meski sebagian besar area terbakar telah berhasil ditangani, ancaman karhutla di Kelurahan Mengkatip belum sepenuhnya berakhir. Pemantauan dan pendinginan lanjutan masih diperlukan guna mencegah kebakaran kembali meluas,” tutupnya. (IB1).







