Barito SelatanBlog

MALEWU, Inovasi Jemput Bola Percepat Pelayanan Perizinan di Barsel

Sampurna News
43
×

MALEWU, Inovasi Jemput Bola Percepat Pelayanan Perizinan di Barsel

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 08 27 13 07 37 21 c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf7062

BUNTOK,SampurnaNews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat dan merata bagi seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit menjangkau pusat pemerintahan.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui inovasi MAJA KAN LEWU (MALEWU) yang dikembangkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Barsel.

MALEWU merupakan inovasi pelayanan dengan pendekatan jemput bola, di mana petugas DPMPTSP mendatangi langsung masyarakat di kecamatan maupun desa untuk memberikan pelayanan perizinan dan nonperizinan berusaha.

Nama MALEWU berasal dari bahasa Dayak yang memiliki arti mengunjungi atau berkunjung ke desa maupun permukiman. Melalui inovasi ini, masyarakat tidak harus datang ke ibu kota kabupaten hanya untuk mendapatkan informasi maupun mengurus berbagai keperluan perizinan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kabupaten Barsel, Beno Kalajari, SP melalui Sekretaris DPMPTSP Barsel, Meridian Lestari, S.Sos., M.IP., mengatakan kehadiran MALEWU merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi bagaimana pemerintah hadir mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui inovasi MALEWU ini,” kata Meridian kepada awak media, Kamis (1/8/2024).

Menurutnya, inovasi tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala jarak, waktu maupun akses transportasi menuju pusat pelayanan di ibu kota kabupaten.

Dengan sistem jemput bola, masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus pelayanan terkait administrasi perizinan tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu perjalanan yang cukup besar.

“Harapannya masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan tetap mendapatkan pelayanan yang sama. Petugas akan mendatangi wilayah masyarakat sehingga proses pelayanan menjadi lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

Meridian menambahkan, MALEWU bukan hanya bertujuan memperpendek jarak pelayanan, tetapi juga memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai persyaratan, mekanisme dan prosedur pengurusan perizinan.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat meminimalkan kesalahan dalam pengurusan dokumen serta membantu masyarakat memperoleh informasi pelayanan yang tepat.

“Intinya bagaimana pelayanan ini bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Kami ingin pelayanan publik semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat dijangkau masyarakat dan pelaku usaha pada khususnya,” katanya.

Ia berharap MALEWU dapat terus dikembangkan sehingga jangkauan pelayanan DPMPTSP semakin luas dan mampu menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Barsel.

Menurutnya, inovasi tersebut juga menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kepuasan terhadap pelayanan publik.

“Semoga inovasi ini dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah dan menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Meridian mengatakan, ke depan DPMPTSP Barsel juga akan mengembangkan layanan perizinan berbasis digital sebagai langkah lanjutan untuk mewujudkan pelayanan yang semakin mudah dan cepat diakses masyarakat.

Pengembangan layanan digital tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung.

“Ke depannya kita akan mengembangkan bentuk layanan perizinan digital sebagai bentuk lanjutan mewujudkan perizinan yang semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat, sambil kita menunggu infrastruktur dan sarana prasarana penunjang lainnya,” pungkasnya. (IB1).