BlogDPRD Barsel

APBD Barsel 2026 Turun Rp200 Miliar, DPRD Pastikan Gaji ASN Tetap Aman

Sampurna News
8
×

APBD Barsel 2026 Turun Rp200 Miliar, DPRD Pastikan Gaji ASN Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
IMG 20260811 183812
Oplus_0

Foto : Ketua DPRD Barsel Ir.HM Farid Yusran.MM

BUNTOK, SampurnaNews.com – Penurunan kemampuan fiskal daerah mewarnai pembahasan awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Tahun Anggaran 2026.

Meski terjadi penyesuaian anggaran cukup signifikan, Ketua DPRD Barsel, Ir HM Farid Yusran.MM memastikan kebutuhan belanja pegawai, terutama pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Untuk kebutuhan belanja pegawai (gaji), alhamdulillah masih terpenuhi dan aman,” kata Farid Yusran usai memimpin rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Barsel, Senin (11/8/2026).

Menurut Farid, penurunan anggaran terjadi sebagai dampak rasionalisasi dan efisiensi terhadap sejumlah pos belanja.

Penyesuaian tersebut paling banyak menyasar belanja rutin pemerintah daerah.
Ia menyebut, total APBD Barsel yang semula berada di kisaran Rp1,3 triliun diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp1,1 triliun dalam rancangan APBD Perubahan 2026.

“Memang penurunannya lumayan banyak. Kalau APBD murni 2026 itu kan sekitar Rp1,3 triliun, dan di rencana APBD Perubahan turun menjadi sekitar Rp1,1 triliun,” ungkapnya.

Kendati ruang fiskal mengalami penyusutan, Farid menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pemenuhan kewajiban pemerintah daerah terhadap para pegawai.

Hal senada disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Barsel, Ita Minarni. Ia mengatakan kondisi keuangan daerah hingga saat ini masih mampu memenuhi kewajiban pembayaran gaji pegawai sekaligus mendukung kebutuhan operasional pemerintahan.

“Pemerintah daerah tetap berupaya menjaga kestabilan pegawai, seperti gaji tetap terbayar, tidak ada pemberhentian PPPK, tunjangan-tunjangan juga tetap dibayar,” ujar Ita.

Ia menjelaskan, salah satu sumber pembiayaan untuk kebutuhan belanja pegawai dan operasional pemerintahan berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 1 Tahun 2026, APBD Barsel Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp1.388.310.529.327.

Anggaran tersebut terdiri atas pendapatan daerah sekitar Rp1,278 triliun dan belanja daerah sebesar Rp1,388 triliun.

Adapun defisit anggaran ditutup melalui pembiayaan netto sekitar Rp110 miliar.
Dari total belanja daerah tersebut, alokasi untuk belanja pegawai tercatat sebesar Rp645.235.190.855,92.

Saat ini, Banggar DPRD bersama TAPD Barsel telah memulai pembahasan awal terkait rancangan APBD Perubahan 2026.

Pembahasan tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan skala prioritas belanja daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal.

Pemerintah daerah bersama DPRD diharapkan dapat memastikan setiap anggaran yang tersedia tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan wajib sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan publik kepada masyarakat. (IB1).