Pemkab Barsel

Disdik Barsel Terapkan PJJ di Semua Sekolah Selama Karhutla Belum Terkendali

Sampurna News
12
×

Disdik Barsel Terapkan PJJ di Semua Sekolah Selama Karhutla Belum Terkendali

Sebarkan artikel ini
IMG 20260908 133307 scaled
Oplus_131072

Foto : Kepala Dinas Pendidikan Barsel, DR.Manat Simanjuntak,,Spd.Mpd

BUNTOK, SampurnaNews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) masih menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan selama kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya terkendali.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari dampak kabut asap akibat karhutla. PJJ akan terus diterapkan hingga kualitas udara dinilai aman, terutama ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada kategori sehat.

“BDR atau PJJ masih kita terapkan di semua satuan pendidikan sampai kondisi karhutla betul-betul terkendali, terutama kondisi ISPU sudah berada dalam standar sehat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barsel, DR.Manat Simanjuntak,,Spd.Mpd di Buntok, Selasa (8/9/2026).

Meski kegiatan pembelajaran dilaksanakan dari rumah, Manat meminta seluruh tenaga pendidik tetap memaksimalkan proses belajar mengajar. Hal itu dilakukan agar peserta didik tetap mendapatkan hak pendidikan dan tidak tertinggal materi pelajaran.

“Kami minta semua tenaga pendidik atau guru memaksimalkan PJJ. Jangan sampai karena kondisi seperti ini, peserta didik justru ketinggalan pembelajaran,” tegasnya.

Selain memastikan pembelajaran tetap berjalan, Dinas Pendidikan Barsel juga meminta seluruh kepala sekolah mengatur jadwal piket guru di sekolah setiap hari.

Menurut Manat, keberadaan guru melalui sistem piket diperlukan untuk memastikan pelayanan, pemantauan dan koordinasi di lingkungan sekolah tetap berjalan meskipun pembelajaran tatap muka dihentikan sementara.

“Semua kepala sekolah kita minta mengatur piket guru setiap hari di sekolah sebagai upaya preventif. Jadi, meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, sekolah tetap ada yang memantau dan memastikan kondisi tetap terkendali,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan BDR dan PJJ akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan karhutla serta kondisi kualitas udara di wilayah Barsel.

Pembelajaran tatap muka akan kembali dipertimbangkan setelah kondisi udara dinilai cukup aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Kita tentu berharap kondisi karhutla segera terkendali sehingga proses pembelajaran bisa kembali normal. Tetapi untuk saat ini, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta guru tetap menjadi perhatian utama,” pungkasnya. (IB1)