DPRD Barsel

Rimbawan Dorong Pendalaman Sungai Hantasan Mangkatip, Bantu Warga Hadapi Kemarau Ekstrem

Sampurna News
4
×

Rimbawan Dorong Pendalaman Sungai Hantasan Mangkatip, Bantu Warga Hadapi Kemarau Ekstrem

Sebarkan artikel ini
IMG 20261012 131952
Oplus_131072

Foto : Anggota DPRD Barsel H Rimbawan

BUNTOK, SampurnaNews.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Muhammad Ridwan, mendorong pemerintah daerah agar segera melakukan pendalaman Sungai Hantasan di wilayah Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir. Pendalaman sungai tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama warga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun rotan dan karet.

Pria yang akrab disapa H Rimbawan itu mengatakan, Sungai Hantasan merupakan jalur akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah, termasuk menuju Mahajandau dan Sungai Jaya Bakota.

“Selain menjadi akses menuju beberapa desa, di sepanjang kawasan tersebut juga banyak terdapat kebun rotan dan kebun karet milik warga Kelurahan Mangkatip serta desa-desa sekitarnya,” kata H Rimbawan kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang sebelumnya telah menganggarkan kegiatan pendalaman Sungai Hantasan Limudin melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Menurutnya, upaya serupa perlu dilanjutkan dengan melakukan pendalaman Sungai Hantasan Mangkatip agar akses sungai tetap dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi kemarau ekstrem.

Politisi Partai Gerindra Barsel itu menegaskan, pendangkalan sungai tidak hanya berdampak terhadap kelancaran akses transportasi, tetapi juga dapat menghambat mata pencaharian warga yang setiap hari harus menuju kebun untuk memotong rotan dan menyadap getah karet.

“Ketika musim kemarau ekstrem, warga kesulitan menuju kebun. Padahal, kebun rotan dan karet merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, H Rimbawan mengungkapkan, sulitnya akses menuju kawasan kebun juga menjadi persoalan serius ketika terjadi kebakaran lahan. Warga kerap kesulitan mencapai lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman secara mandiri.

Akibatnya, ketika api mulai melahap kebun, masyarakat bisa berada dalam posisi sulit karena tidak dapat segera menjangkau lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap usulan pendalaman Sungai Hantasan Mangkatip. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membantu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mempermudah akses warga dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau.

“Harapan kami, Sungai Hantasan Mangkatip juga segera mendapat perhatian untuk dilakukan pendalaman. Jangan sampai akses masyarakat menuju kebun semakin sulit, terutama saat kemarau ekstrem dan ketika terjadi kebakaran lahan,” pungkasnya.(IB1).