Foto: Wakil Bupati Barsel yang didampingi beberapa kepala OPD saat dibincang awak media usai membuka Gerakan Pangan Murah (ist).
BUNTOK, SampurnaNews.com – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), untuk berburu bahan kebutuhan pokok dengan harga murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah, Kamis (15/10/2026).
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat meski Kota Buntok masih diselimuti kabut asap tebal. Warga tetap berbondong-bondong mendatangi lokasi kegiatan demi mendapatkan sejumlah bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel melalui DKPP tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Barsel Khristianto Yudha. Hadir pula sejumlah asisten Sekretariat Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli, Camat Dusun Selatan, serta para lurah.
Dalam sambutannya, Khristianto menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau menjadi faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Menurutnya, gejolak harga pangan perlu diantisipasi agar tidak semakin membebani pengeluaran rumah tangga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarga yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Salah satu langkah nyata yang kita lakukan adalah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Program ini sekaligus bertujuan menjaga daya beli rumah tangga, menstabilkan harga, serta mendukung pengendalian inflasi pangan di daerah.
Khristianto berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Ia juga menekankan bahwa menjaga stabilitas pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, instansi terkait, distributor, pelaku usaha, petani, kelompok tani, hingga masyarakat.
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026, ia turut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap ketahanan pangan dengan membiasakan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi, mencintai produk pangan lokal, serta menghindari pemborosan makanan.
Ia juga meminta perangkat daerah terkait memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berjalan terencana, tepat sasaran, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat serta kondisi pangan daerah.
Selain itu, pemantauan harga dan ketersediaan pasokan perlu dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan pemasok dan pelaku usaha. Langkah antisipatif juga harus disiapkan untuk menghadapi gejolak harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Sementara itu, Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, dalam laporannya menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah digelar untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menyediakan bahan pangan murah, tetapi juga menjadi wujud kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Barsel berharap akses masyarakat terhadap pangan terjangkau semakin terbuka, daya beli rumah tangga tetap terjaga, dan stabilitas harga pangan di daerah dapat dipertahankan.(IB1)







